Akses Pers Dibatasi, Massa Tetap Kepung Kantor Gubernur Kaltim

DIKSI.CO – Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, sekitar pukul 14.47 Wita.
Massa langsung mengepung area kantor gubernur. Aparat memasang kawat duri mengelilingi halaman sebagai pembatas. Ratusan personel gabungan bersiaga di sejumlah titik, didukung kendaraan taktis Brimob Polda Kaltim.
Mahasiswa dari berbagai universitas di Kaltim tampak bergabung bersama masyarakat umum. Mereka bergantian menyampaikan orasi dari depan barikade.
Massa dan Pers Sama-sama Dibatasi Akses
Di tengah aksi, pembatasan tidak hanya massa demonstrasi yang merasakan, tetapi juga insan pers yang melakukan peliputan. Sejumlah jurnalis tidak mendapat izin memasuki halaman Kantor Gubernur Kaltim.
Petugas keamanan berjaga di pintu samping dan menghentikan awak media yang mencoba masuk. Pers hanya bisa melakukan peliputan dari luar pagar kawat duri bersama massa aksi.
Seorang sekuriti bernama Alan menyebut kebijakan tersebut berasal dari pimpinan.
“Kami hanya menjalankan arahan. Media tidak diizinkan masuk ke halaman kantor gubernur,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa larangan tersebut merupakan instruksi dari Biro Umum Pemprov Kaltim.
Orasi Kekecewaan Warnai Aksi Demonstrasi
Massa terus menyuarakan tuntutan dengan nada kekecewaan terhadap kepemimpinan Rudy Mas’ud dan Seno Aji. Beberapa peserta aksi bahkan naik ke mobil komando untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
Seorang ibu rumah tangga yang ikut berorasi menyampaikan kritik keras melalui pengeras suara.
“Mana janjinya. Ternyata bohong. Jangan pegang pulpen terus. Kali ini saya mau lengser,” ucapnya lantang.
Bom Asap Picu Kepanikan di Tengah Massa
Aksi sempat memanas saat seorang peserta menyalakan bom asap di tengah kerumunan. Ledakan tersebut membuat suasana gaduh dan memicu kepanikan.
Aparat dengan cepat mengamankan pelaku. Massa lainnya tetap bertahan dan melanjutkan aksi tanpa terprovokasi lebih jauh.
Aksi Masih Berlangsung, Aparat Siaga
Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di depan Kantor Gubernur Kaltim. Orasi terus berlangsung, sementara aparat tetap siaga mengantisipasi perkembangan situasi.
Aksi ini tidak hanya menyoroti tuntutan masyarakat, tetapi juga memunculkan perhatian terhadap pembatasan akses bagi pers dalam melakukan peliputan di area pemerintahan
(Redaksi)
