Profil Woodyrman, Selebgram Brunei yang Terjerat Kasus Penganiayaan Maut di Blok M

DIKSI.CO – Nama selebgram asal Brunei Darussalam, Mohammad Irman Ali alias Woodyrman (33), mendadak menjadi perhatian publik setelah polisi menangkapnya dalam kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan sesama warga Brunei di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.
Kasus itu ramai di media sosial usai rekaman CCTV tersebar dan memperlihatkan korban berinisial MHF (30) terjatuh tak sadarkan diri di pinggir jalan. Insiden terjadi pada Rabu dini hari (6/5/2026).
Korban sempat menjalani perawatan intensif selama 10 hari sebelum akhirnya meninggal dunia akibat luka serius di bagian kepala. Polisi kini menahan Woodyrman dan melanjutkan proses penyidikan di Polda Metro Jaya.
Aktif sebagai Influencer dan Trader
Woodyrman terkenal ebagai influencer sekaligus trader asal Brunei Darussalam. Ia mulai aktif membangun popularitas di media sosial sejak 2020 lewat konten seputar trading, finansial, dan gaya hidup.
Di Instagram, Woodyrman memiliki lebih dari 24 ribu pengikut. Ia sering memperkenalkan diri sebagai trader profesional dan konten kreator. Dalam sejumlah unggahan, ia juga mengaku mengantongi sertifikasi Certificate in Technical Analysis (CTA).
Selain itu, Woodyrman mendirikan komunitas trading dan kerap berkolaborasi dengan sejumlah figur publik Indonesia. Beberapa nama yang pernah muncul dalam kontennya antara lain Praz Teguh, Cellos, Sintya Marisca, Bachrul Alam, hingga Aleh Rahmat Hidayat.
Ia juga beberapa kali membagikan aktivitas touring vespa bersama influencer lain di Sumatera Barat serta mendukung berbagai kegiatan kreator konten dan event hiburan.
Polisi Ungkap Kronologi Penganiayaan
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menjelaskan, peristiwa bermula ketika korban dan rekan-rekannya berkumpul di depan minimarket dekat hotel tempat mereka menginap di kawasan Blok M.
Tak lama kemudian, Woodyrman datang membawa paper bag yang diduga berisi botol kaca. Setelah sempat berbincang, keduanya terlibat cekcok hingga berujung penganiayaan.
“Pelaku diduga memukul korban satu kali pada bagian kepala menggunakan paper bag berisi botol kaca hingga korban terjatuh,” ujar Budi, Selasa (26/5/2026).
Rekaman CCTV memperlihatkan beberapa orang berusaha melerai ketika keduanya mulai terlibat kontak fisik. Korban yang mengenakan kaus putih kemudian terjatuh dari trotoar ke pinggir jalan dalam kondisi tak sadarkan diri.
Rekan korban lalu membawa MHF kembali ke hotel sebelum melarikannya ke Rumah Sakit Pusat Pertamina.
Korban Datang ke Jakarta untuk Nonton Konser
Kanit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Dimitri Mahendra mengatakan korban mengalami cedera serius di bagian kepala.
“Hasil rekam medis menunjukkan kepala bagian belakang korban terbentur, terdapat hematoma di mata kiri, serta cedera pada tulang selangka kiri,” kata Dimitri.
Sementara itu, Front Office Manager hotel tempat korban menginap, Darwin, menyebut korban datang bersama tujuh rekannya ke Jakarta untuk menonton konser musik.
“Mereka menginap lebih dari seminggu di sini dengan tujuan menonton konser,” ujar Darwin.
Darwin mengaku baru mengetahui dugaan penganiayaan tersebut setelah rekaman CCTV viral dan polisi datang melakukan pemeriksaan.
Polisi Andalkan CCTV dan Keterangan Saksi
Kapolsek Metro Kebayoran Baru Kompol Nugrahadi Kusuma mengatakan laporan polisi baru masuk beberapa hari setelah korban meninggal karena keluarga korban berada di Brunei Darussalam.
Polisi juga belum menemukan botol kaca yang diduga dipakai pelaku karena laporan dibuat cukup lama setelah kejadian. Saat ini penyidik mengandalkan rekaman CCTV serta keterangan para saksi untuk mengusut kasus tersebut.
“Kalau melihat dari hasil pemeriksaan sementara, kemungkinan korban dan pelaku saling mengenal karena sempat terjadi komunikasi di antara mereka,” ujar Nugrahadi.
Polisi menangkap Woodyrman pada Senin (25/5/2026) di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Penyidik kini berkoordinasi dengan pihak Imigrasi Jakarta Selatan dan Interpol karena korban maupun pelaku sama-sama warga negara asing.
(Redaksi)
