PLN Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik Samarinda, Target Normal 13 Juli

DIKSI.CO – PT PLN (Persero) menargetkan pemadaman listrik Samarinda tidak lagi terjadi setelah 13 Juli 2026. Kepastian tersebut disampaikan perusahaan saat memberikan penjelasan kepada Komisi I DPRD Samarinda mengenai gangguan kelistrikan yang memicu pemadaman bergilir di sejumlah wilayah.
Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, mengatakan PLN datang untuk menyampaikan permohonan maaf sekaligus menjelaskan perkembangan penanganan gangguan pada sistem kelistrikan.
“Mereka menjamin setelah ini sekitar tanggal 13 Juli ini mungkin tidak ada lagi pemadaman bergilir. Mudahan tidak meleset,” ujar Samri usai pertemuan, Rabu (8/7/2026).
PLN Percepat Perbaikan Sistem Kelistrikan
Dalam pertemuan tersebut, PLN menjelaskan perusahaan masih melakukan perbaikan dan pemeliharaan jaringan untuk memulihkan keandalan pasokan listrik.
Samri mengatakan gangguan teknis menjadi penyebab utama pemadaman listrik Samarinda dalam beberapa hari terakhir. Karena itu, PLN terus mempercepat pekerjaan agar masyarakat kembali menikmati pasokan listrik secara normal.
“Yang jelas ini murni perbaikan maintenance secara berkala cuma mungkin karena informasi yang disampaikan tidak resmi sehingga isu di luar mudah berkembang,” katanya.
PLN Bantah Kaitan Pemadaman dengan Dugaan Korupsi Batu Bara
Gangguan listrik yang terjadi belakangan memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Salah satunya mengaitkan pemadaman listrik Samarinda dengan dugaan korupsi pengadaan pasokan batu bara untuk PLTU periode 2018–2026 yang kini disidik Kortastipidkor Polri.
Namun, Samri menegaskan pembahasan tersebut tidak muncul dalam pertemuan bersama PLN.
“Tadi kita tidak membahas itu dan tidak ada hubungannya dengan itu,” tegasnya.
Menurut Samri, PLN menjelaskan bahwa pekerjaan pemeliharaan jaringan menjadi satu-satunya penyebab pemadaman bergilir yang terjadi di Samarinda.
Pasokan Listrik Bakal Kembali Normal
Samri berharap PLN dapat memenuhi target penyelesaian pekerjaan sehingga masyarakat tidak lagi mengalami pemadaman listrik Samarinda setelah pertengahan Juli.
Ia juga menilai penjelasan langsung dari PLN penting untuk mengakhiri berbagai informasi yang belum pasti kebenarannya.
“Mereka datang secara resmi hingga kita dapat info yang valid langsung dari sumbernya,” ujarnya.
Gangguan Pembangkit Kurangi Pasokan Listrik Kalimantan
Sebelumnya, PLN menjelaskan gangguan pada sistem pembangkit mengurangi pasokan listrik sekitar 250 megawatt di sistem interkoneksi Kalimantan.
Penurunan pasokan tersebut berdampak pada sejumlah wilayah di Kalimantan Timur hingga sebagian Kalimantan Utara, termasuk Samarinda.
Meski telah memberikan penjelasan kepada DPRD, Manajer PLN UP3 Samarinda belum menyampaikan keterangan tambahan kepada awak media setelah rapat berakhir.
(Redaksi)