Biaya Hotel Prabowo di Paris Disorot, Pengamat Minta Transparansi Anggaran Kunjungan Luar Negeri

DIKSI.CO – Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Paris, Prancis, memicu perhatian publik. Sorotan muncul setelah beredar informasi mengenai biaya akomodasi rombongan selama lawatan resmi pada 26-29 Mei 2026.

Presiden Prabowo datang ke Paris untuk memenuhi undangan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo dan rombongan menginap di Hotel Four Seasons George V, salah satu hotel mewah yang berada di pusat Kota Paris.

Informasi yang dilansir dari Tempo menyebut pemerintah memesan 27 kamar selama tiga malam. Pemesanan itu mencakup satu presidential suite, satu grand premier suite, serta sejumlah executive suite, deluxe room, dan superior room.

Total biaya pemesanan kamar dan pajak perkiraannya mencapai 281.640,33 euro. Dengan kurs Rp20.560 per euro, nilainya sekitar Rp5,79 miliar.

Direktur Eksekutif Center for Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, meminta pemerintah lebih terbuka mengenai penggunaan anggaran perjalanan luar negeri presiden.

“Publik berhak mengetahui penggunaan anggaran kunjungan luar negeri karena nilainya cukup besar,” ujar Bhima, Kamis (28/5/2026).

Menurut dia, transparansi penting untuk menjaga akuntabilitas penggunaan uang negara. Apalagi pemerintah saat ini mendorong efisiensi anggaran di berbagai sektor.

Four Seasons George V Jadi Pilihan Saat Kunjungan ke Paris

Hotel Four Seasons George V bukan tempat baru bagi Prabowo. Presiden beberapa kali memilih hotel tersebut saat melakukan kunjungan ke Prancis sejak menjabat pada Oktober 2024.

Hotel itu berdiri di kawasan elite Paris. Lokasinya dekat dengan Arc de Triomphe dan Menara Eiffel. Pemerintah Prancis juga memberikan status “Palace” kepada hotel tersebut. Predikat itu hanya kepada hotel dengan standar layanan tertinggi.

Berdasarkan informasi di situs resminya, tarif superior room berkisar antara 1.500 hingga 3.100 euro per malam. Jika dikonversi ke rupiah, tarifnya mencapai sekitar Rp30 juta hingga Rp63 juta per malam.

Sementara itu, presidential suite memiliki luas sekitar 200 meter persegi. Tarif kamar tersebut mencapai sekitar 18 ribu euro atau sekitar Rp370 juta per malam.

Pihak hotel menolak memberikan informasi terkait tamu maupun jumlah kamar yang digunakan delegasi Indonesia.

“Kami tidak dapat membagikan detail reservasi tamu atau delegasi karena kebijakan kerahasiaan,” kata petugas resepsionis hotel saat dihubungi melalui WhatsApp.

Akademisi Minta Pemerintah Lebih Terbuka

Dosen Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada, Muhadi Sugiono, menilai kunjungan kepala negara memang membutuhkan biaya besar. Pemerintah harus menyiapkan kebutuhan keamanan, protokol, transportasi, dan akomodasi.

Meski demikian, Muhadi tetap mendorong pemerintah memberikan penjelasan kepada masyarakat. Menurut dia, keterbukaan anggaran penting untuk membangun kepercayaan publik.

“Setiap lawatan presiden memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun pemerintah tetap perlu menjelaskan penggunaan anggaran tersebut kepada publik,” ujarnya.

(Redaksi)

Back to top button