Iran Bantah Kesepakatan dengan AS, Pilih Oman untuk Atur Rute Pelayaran Selat Hormuz

DIKSI.CO – Iran dan Oman mencapai kesepakatan mengenai rute pelayaran bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Kedua negara kini tengah memfinalisasi pengaturan bersama untuk pengelolaan jalur pelayaran di kawasan yang menjadi salah satu jalur perdagangan energi paling strategis di dunia.

Dilansir dari AFP, Rabu (5/8/2026), juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan koordinat geografis rute yang direncanakan telah disepakati oleh kedua pihak. Saat ini, penyusunan pernyataan bersama masih berada dalam tahap peninjauan akhir.

Iran dan Oman Finalisasi Pengaturan Jalur Pelayaran

Baqaei menjelaskan koordinat rute pelayaran yang disusun Iran dan Oman telah mencapai kesepakatan. Menurutnya, pernyataan bersama kedua negara juga sedang disiapkan sebagai bagian dari penyelesaian pengaturan tersebut.

“Koordinat geografis rute yang direncanakan oleh kedua belah pihak telah disepakati, dan jika pihak ketiga tertentu tidak menghambat proses ini, pernyataan bersama kedua negara yang memuat pertimbangan utama serta poin-poin kesepakatan juga sedang dalam tahap peninjauan dan penyusunan akhir,” ujar Baqaei, seperti dikutip kantor berita pemerintah IRNA.

Iran menguasai secara de facto Selat Hormuz sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap negara itu pada 28 Februari lalu. Kondisi tersebut memicu ketegangan di jalur pelayaran yang menjadi lintasan utama ekspor minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.

Iran Bantah Ingin Berunding dengan Amerika Serikat

Presiden AS Donald Trump berulang kali menyatakan bahwa Teheran ingin mencapai kesepakatan untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Namun, Iran membantah pernyataan tersebut dan menegaskan lebih memilih membangun pengaturan bersama dengan Oman sebagai negara tetangga yang berbatasan langsung dengan selat itu.

Baqaei mengatakan pembicaraan dengan Oman masih terus berlangsung. Meski demikian, kesepahaman kedua negara tidak serta-merta menjamin keamanan seluruh kapal yang melintas di kawasan tersebut.

Menurutnya, ancaman terhadap keamanan pelayaran masih tetap ada akibat tindakan Amerika Serikat, termasuk blokade angkatan laut dan berbagai langkah yang dinilai bersifat agresif terhadap Iran beserta kepentingannya.

Selat Hormuz Jadi Jalur Vital Perdagangan Energi Dunia

Sebelum konflik pecah, sekitar 20 persen ekspor minyak dan LNG dunia melewati Selat Hormuz. Ketegangan yang berkepanjangan di jalur tersebut telah beberapa kali memicu lonjakan harga energi global sekaligus meningkatkan tekanan ekonomi dan politik terhadap Washington untuk segera mengakhiri konflik.

Selat Hormuz hingga kini tetap menjadi salah satu jalur pelayaran paling penting bagi distribusi energi dunia. Setiap perkembangan yang terjadi di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi dan pergerakan harga minyak di pasar internasional.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Back to top button