350 Penari Tampil Kolosal di Pembukaan Erau Adat Kutai 2026

DIKSI.CO – Sebanyak 350 penari memeriahkan pembukaan Erau Adat Kutai 2026 di Stadion Rondong Demang, Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Ahad (20/9/2026).
Ratusan penari tersebut membawakan pertunjukan kolosal bertajuk Menjaga Tahta di Tepian Mahakam. Tahun ini, Erau mengusung tema “Raja Menjamu Rakyatnya”.
Para penari menjalani latihan intensif selama 29 hari untuk menyiapkan pertunjukan tersebut. Pimpinan Produksi Tari Massal Erau 2026, Misra Budiarto, mengatakan waktu latihan itu cukup singkat untuk pertunjukan dengan jumlah penari mencapai ratusan orang.
“Alhamdulillah, kami sukses besar. Kami hanya latihan 29 hari,” kata Misra.
13 Pelatih Tangani 350 Penari
Misra menjelaskan tim produksi menyiapkan 13 pelatih untuk menangani seluruh penari. Sebelum turun ke lapangan, para pelatih terlebih dahulu mengikuti latihan khusus.
“Ada 13 orang pelatih yang dilatih sehingga pelatih itu sendiri yang terjun untuk menangani 350 ini,” jelasnya.
Setelah mendapat pembekalan, setiap pelatih menangani kelompok penari masing-masing. Mereka memastikan para penari menguasai gerakan dan mengikuti pola koreografi.
Tim produksi juga menyesuaikan metode latihan dengan kemampuan setiap kelompok. Ketika sebuah kelompok belum menguasai gerakan tertentu, pelatih memberikan latihan tambahan pada malam hari.
Misra mengatakan tim juga memberikan latihan khusus kepada penari yang membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami gerakan.
“Kalau ada penari yang daya tangkapnya susah, itu nanti kami susun. Dia ditutup mata, musik bunyi, jadi sehingga dia tidak nyantai-nyantai teman yang kiri kanan,” ujarnya.
Menurut Misra, tim produksi mampu mengatasi berbagai kendala teknis selama masa persiapan. Seluruh proses latihan kemudian berjalan sesuai rencana hingga hari pertunjukan.
Sabda Sultan Tandai Pembukaan Erau 2026
Pembacaan sabda Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dan pemukulan gong turut menandai pembukaan Erau Adat Kutai 2026.
Prosesi tersebut mengawali seluruh rangkaian kegiatan Erau yang berlangsung hingga 27 September 2026.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan pembukaan Erau berjalan tertib dan lancar. Ia berharap masyarakat dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tanpa kendala.
“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan dengan tertib, lancar, dan sukses,” kata Aulia seusai pembukaan.
Aulia menjelaskan Erau menghadirkan berbagai kegiatan seremonial dan prosesi sakral. Salah satu tradisi sakral tersebut mencakup berdirinya tiang ayu.
Ia juga mengajak masyarakat untuk meramaikan seluruh kegiatan Erau. Menurut Aulia, masyarakat Kukar bukan satu-satunya kelompok yang dapat menikmati perhelatan budaya tersebut.
“Kami berharap dengan dimulainya Erau ini, seluruh warga masyarakat bisa meramaikan Erau,” ujarnya.
Pemkab Kukar Dorong Dampak Ekonomi dari Erau
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar Heriansyah mengatakan pemerintah tidak hanya menjadikan Erau sebagai agenda pelestarian budaya.
Menurut Heriansyah, pemerintah juga ingin membangun ekosistem budaya yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Artinya ini juga akan membantu untuk meningkatkan kesejahteraan,” kata Heriansyah.
Ia menjelaskan pemerintah mendorong sektor budaya dan pariwisata untuk mendukung transformasi ekonomi Kukar. Upaya tersebut juga bertujuan mengurangi ketergantungan daerah terhadap sektor sumber daya ekstraktif.
Heriansyah menilai kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur turut membuka peluang bagi perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif Kukar.
Pemerintah berharap wisatawan yang berkunjung ke IKN juga menyempatkan diri datang ke Kukar untuk mengenal sejarah dan budaya Kesultanan Kutai Kartanegara.
“Harapan kami orang datang ke IKN juga datang ke Kutai Kartanegara sebagai kerajaan tertua di Indonesia,” ujarnya.
49 Orang Dukung Produksi Tari Kolosal
Tim produksi Tari Massal Erau 2026 melibatkan 49 orang. Tim tersebut mencakup pimpinan produksi, pelatih, show director, serta kru yang menangani berbagai kebutuhan pertunjukan.
Sebanyak 350 penari kemudian tampil dalam pertunjukan kolosal pada pembukaan Erau Adat Kutai 2026.
Setelah pembukaan, masyarakat masih dapat mengikuti berbagai agenda budaya dalam rangkaian Erau hingga 27 September 2026.
(Redaksi)
