Seleksi Pimpinan Baznas Samarinda Periode 2027–2032 Dimulai, 10 Peserta Ikuti Tes CAT

DIKSI.CO –Pemkot Samarinda mulai menyeleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Samarinda periode 2027–2032.
Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Samarinda menjalankan tahapan seleksi tersebut.
Plt Asisten I Sekretariat Daerah Samarinda, Eko Suprayitno, membuka seleksi di Ruang Assessment Kantor BKPSDM Samarinda, Kamis (17/9/2026).
Kepala Bagian Kesra Setda Kota Samarinda, Syamsu Nur, turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Eko mengatakan Pemkot Samarinda ingin mendapatkan calon pimpinan Baznas yang mampu mengembangkan pengelolaan zakat.
Ia juga mendorong calon pimpinan menghadirkan inovasi baru. Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan potensi zakat di Samarinda.
“Harapan kami dalam seleksi ini kita benar-benar diberikan sosok calon pimpinan Baznas Samarinda yang mampu melakukan terobosan terhadap optimalisasi zakat Kota Samarinda dengan berbagai inovasinya,” ujar Eko.
Baznas Samarinda Didorong Perluas Manfaat Zakat
Eko menilai pengelolaan zakat tidak hanya mengejar peningkatan penghimpunan dana.
Baznas juga perlu memperluas manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Eko, Baznas memiliki peran dalam membantu pengentasan kemiskinan. Lembaga tersebut juga dapat mendukung perkembangan UMKM di Samarinda.
Selain itu, Baznas perlu memberikan perhatian kepada masyarakat yang masuk dalam delapan asnaf penerima zakat.
“Sehingga kita mampu untuk mengangkat derajat warga Samarinda yang membutuhkan, khususnya di pengentasan kemiskinan, peningkatan UMKM, dan delapan asnaf lainnya,” katanya.
10 Peserta Lolos Tes CAT
Syamsu Nur menjelaskan, panitia menerima 12 pendaftar dalam seleksi calon pimpinan Baznas Samarinda.
Dari jumlah tersebut, 10 peserta memenuhi persyaratan administrasi.
Sementara itu, dua pendaftar tidak dapat melanjutkan tahapan seleksi.
Satu pendaftar tidak memenuhi ketentuan usia minimal 40 tahun. Pendaftar lainnya bukan warga Samarinda berdasarkan dokumen administrasi kependudukan.
Sepuluh peserta kemudian mengikuti tes tertulis menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Panitia memberikan tiga materi dalam tes tersebut. Materinya mencakup wawasan kebangsaan, sistem pengelolaan zakat, dan fikih zakat.
Materi itu menguji pengetahuan dan pemahaman peserta terkait tugas calon pimpinan Baznas.
Baznas RI Pantau Tahapan Seleksi
Syamsu menyebut tiga unsur terlibat dalam panitia seleksi. Ketiganya berasal dari pemerintah, Kementerian Agama, serta masyarakat.
Unsur pemerintah diwakili Eko Suprayitno. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda, Nasrun, mewakili unsur Kementerian Agama.
Sementara itu, unsur masyarakat atau akademisi diwakili Kyai Mahrus dari UINSI Samarinda.
Panitia akan menilai hasil tes CAT sebelum menentukan peserta yang masuk tahap wawancara.
Pemkot Samarinda juga akan berkoordinasi dengan Baznas RI dalam tahapan berikutnya.
Syamsu mengatakan Baznas RI ikut memantau proses seleksi tersebut. Baznas RI juga berpeluang melakukan wawancara terhadap peserta.
“Baznas RI juga akan memonitoring, bahkan mungkin nanti Baznas RI itu akan melakukan wawancara kepada peserta kita sebelum rekomendasi,” jelasnya.
(Redaksi)
