Desa Kahala Kukar Wakili Kaltim di Lomba Stunting Nasional 2026, Andalkan Inovasi Pangan Lokal

DIKSI.CO – Desa Kahala, Kecamatan Kenohan, Kutai Kartanegara (Kukar), menyiapkan berbagai inovasi untuk menghadapi Lomba Desa Berkinerja Baik dalam Pencegahan dan Penurunan Stunting (P3S) Tahun 2026. Desa tersebut menjadi satu-satunya perwakilan Kalimantan Timur dalam tahapan lomba yang mengarah ke tingkat nasional.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar terus mendampingi Desa Kahala. Pendampingan tersebut bertujuan memperkuat kesiapan desa sebelum menghadapi proses penilaian berikutnya.
Desa Kahala Andalkan Potensi Ikan untuk Cegah Stunting
Kahala mengembangkan program pencegahan stunting dengan memanfaatkan potensi yang tersedia di desa. Salah satunya melalui pengolahan ikan lokal menjadi makanan tambahan bergizi.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Ekonomi Desa DPMD Kukar, Deddy Setyo Utomo, mengatakan penilaian lomba tidak hanya melihat hasil akhir.
Tim penilai juga melihat proses yang dijalankan pemerintah desa dalam mencegah dan menurunkan stunting secara berkelanjutan.
“Setelah melaporkan data sasaran, kemudian dilihat bagaimana peran pemerintah desa dalam merumuskan program penurunan stunting,” ujarnya ketika ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (9/9/2026).
Rembuk Stunting Jadi Dasar Penyusunan Program Desa
Menurut Deddy, pemerintah desa perlu melakukan pendataan sasaran terlebih dahulu. Data tersebut kemudian menjadi dasar dalam menentukan bentuk intervensi.
Selanjutnya, pemerintah desa membahas kebutuhan masyarakat melalui rembuk stunting. Hasil pembahasan itu menjadi dasar penyusunan kegiatan dalam APBDes.
Desa kemudian menentukan intervensi sesuai kondisi dan kebutuhan sasaran. Program tersebut dapat berupa insentif kader Posyandu, pemberian makanan tambahan, maupun inovasi berbasis potensi lokal.
DPMD Kukar Nilai Inovasi Kahala Jadi Keunggulan
Kahala memilih ikan sebagai salah satu bahan utama makanan tambahan. Desa memanfaatkan potensi perikanan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Kalau di Desa Kahala, mereka memiliki inovasi berupa pemberian makanan tambahan dengan memanfaatkan kekhasan dan potensi desa. Misalnya, potensi Desa Kahala adalah ikan, kemudian ikan tersebut diolah menjadi makanan tambahan,” ungkapnya.
Menurut Deddy, pendekatan tersebut menunjukkan bahwa desa dapat mengembangkan program sesuai sumber daya masing-masing.
Dengan memanfaatkan potensi lokal, masyarakat dapat ikut terlibat dalam program pencegahan stunting. Cara tersebut sekaligus membuat program lebih dekat dengan kehidupan warga.
Posyandu Kahala Jalankan Enam Standar Pelayanan Minimal
Selain inovasi pangan, Kahala juga memperkuat peran Posyandu. Posyandu kini menjadi bagian dari Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD).
Peran Posyandu juga berkembang dan tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan.
“Karena Posyandu merupakan bagian dari LKD, Posyandu sekarang bertransformasi menjadi enam SPM, yaitu pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial,” jelasnya.
Transformasi tersebut membuat Posyandu memiliki ruang kerja yang lebih luas dalam membantu memenuhi pelayanan dasar masyarakat.
Di Kahala, Posyandu bekerja bersama PKK dan lembaga kemasyarakatan desa lainnya. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam upaya menekan angka stunting.
Penurunan Stunting Kukar Dinilai Cepat
Deddy mengatakan pemerintah desa tidak dapat bekerja sendiri dalam menjalankan program pencegahan stunting. Masyarakat, lembaga desa, hingga dunia usaha perlu ikut mengambil peran.
Dari sisi Kabupaten Kukar, ia menyebut tingkat konvergensi intervensi penurunan stunting dalam beberapa tahun terakhir tergolong tinggi di Kalimantan Timur.
“Jadi, di tingkat Provinsi Kalimantan Timur, secara intervensi, Kutai Kartanegara termasuk yang paling tinggi. Maksudnya, penurunan stuntingnya paling cepat,” tuturnya.
Desa Kahala Siapkan Mental Hadapi Penilaian
Status sebagai wakil Kaltim membuat Desa Kahala harus mempersiapkan diri secara lebih matang. Ketua Posyandu 6 SPM Mekar Satu Desa Kahala, Heni Purnawati, mengatakan tim telah menyelesaikan berbagai kelengkapan administrasi.
Kini, tim fokus menguasai materi dan menyiapkan kemampuan dalam menghadapi tim penilai.
“Alhamdulillah berkas-berkas sudah kami lengkapi. Jadi sekarang lebih fokus pada kesiapan mental dan tenaga untuk menghadapi penilaian. Yang penting bagaimana kami bisa menguasai materi, menjelaskan apa yang sudah dilakukan, serta menjawab pertanyaan dari tim penilai dengan baik,” kata dia.
Inovasi Olahan Ikan Jadi Andalan Desa Kahala
Dalam penilaian mendatang, Kahala akan menonjolkan inovasi pangan berbasis hasil perikanan. Desa mengolah berbagai jenis ikan lokal menjadi makanan dengan bentuk yang lebih beragam.
“Kami menggunakan pangan lokal seperti ikan patin, ikan nila, ikan haruan, dan ikan belida yang diolah menjadi berbagai makanan seperti kroket, dimsum, nugget, rolade, dan pentol,” ungkapnya.
Selain inovasi pangan, Desa Kahala juga akan menunjukkan penerapan Posyandu 6 SPM. Berbagai unsur masyarakat ikut mendukung pemenuhan pelayanan dasar melalui program tersebut.
DPMD Kukar Dampingi Persiapan Desa Kahala
DPMD Kukar terus memberikan pendampingan selama proses persiapan lomba. Pendampingan mencakup kelengkapan dokumen, bukti dukung, serta penguatan materi yang akan disampaikan kepada tim penilai.
“Sejauh ini, pembinaan dari DPMD lebih kepada memberikan arahan dan pendampingan terkait persiapan penilaian, terutama dalam melengkapi dokumen dan bukti dukung. DPMD juga mengarahkan kami untuk lebih memahami serta menonjolkan capaian maupun inovasi yang ada di desa,” jelasnya.
Dukungan juga datang dari TP3S Kukar, Pemerintah Kecamatan Kenohan, UPT Puskesmas Kahala, serta pendamping desa P3MD Kemendes.
Selain itu, dunia usaha di wilayah desa turut memberikan dukungan melalui BUMDes Sinar Kahala, PT ABK, dan PT AAU.
Kahala Targetkan Nominasi Tingkat Nasional
Heni mengatakan dukungan dari berbagai pihak sudah mereka rasakan sejak Kahala mengikuti proses Lomba Desa Berkinerja Baik. Dukungan tersebut berlanjut hingga persiapan penilaian berikutnya.
“Kalau dari Pemkab, sangat luar biasa dalam melakukan pembinaan dan pendampingan, termasuk melalui kunjungan ke desa,” ujarnya.
Kahala menjadi satu-satunya perwakilan dari 841 desa di Provinsi Kalimantan Timur yang melanjutkan tahapan perlombaan tersebut.
Desa Kahala kini ingin menunjukkan hasil kerja masyarakat melalui inovasi pangan, penguatan Posyandu, pemanfaatan potensi ikan lokal, dan kolaborasi berbagai pihak.
“Harapannya, mudah-mudahan Desa Kahala bisa memberikan yang terbaik untuk Provinsi Kalimantan Timur dan Kabupaten Kukar dalam Lomba Desa Berkinerja Baik Tahun 2026 dan bisa mendapatkan nominasi di tingkat nasional,” pungkasnya.
(Adv/DPMDKukar)
