DPMD Kukar Sesuaikan Pelayanan Posyandu di Tengah Kabut Asap dan Karhutla

DIKSI.CO – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) meminta pengelola Posyandu menyesuaikan kegiatan pelayanan dengan kondisi kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kabut asap.

Langkah tersebut bertujuan menjaga keselamatan kader dan masyarakat, terutama balita, remaja, serta lansia yang mengikuti pelayanan Posyandu.

Kepala DPMD Kukar, Arianto, mengatakan kader tetap dapat memberikan pelayanan Posyandu dengan melihat kondisi udara di wilayah masing-masing.

“Pelayanan Posyandu tetap dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan kader dan sasaran pelayanan,” ujarnya saat dihubungi, Sabtu (5/9/2026).

DPMD Kukar Minta Posyandu Pantau Kualitas Udara

Arianto menjelaskan, pemerintah desa dan kelurahan bersama Puskesmas perlu memantau kualitas udara sebelum menggelar kegiatan Posyandu.

Jika kualitas udara masuk kategori Tidak Sehat, Sangat Tidak Sehat, atau Berbahaya, pengelola Posyandu dapat menunda kegiatan, mengubah jadwal, atau membatasi jumlah pelayanan.

Menurut Arianto, kondisi tersebut tidak selalu mengharuskan Posyandu menghentikan seluruh pelayanan. Pemerintah desa, kelurahan, dan Puskesmas dapat memilih pola pelayanan yang paling aman bagi masyarakat.

“Pelayanan dapat diatur melalui kunjungan rumah, penjadwalan bergiliran, atau mekanisme lain yang ditetapkan Puskesmas bersama Pemerintah Desa/Kelurahan,” jelasnya.

Posyandu Kukar Bisa Gunakan Sistem Kunjungan Rumah

Pemerintah desa dan kelurahan dapat mengatur kunjungan rumah ketika kondisi udara tidak memungkinkan masyarakat berkumpul di lokasi Posyandu.

Kader juga dapat menggunakan sistem pelayanan bergiliran agar masyarakat tetap memperoleh layanan tanpa terlalu lama berada di luar ruangan.

DPMD Kukar menyerahkan pengaturan teknis kepada pemerintah desa, kelurahan, dan Puskesmas dengan mempertimbangkan kondisi setiap wilayah.

Langkah ini memungkinkan pelayanan kesehatan dasar tetap berjalan sekaligus mengurangi risiko paparan kabut asap.

Kader Posyandu Kukar Ikut Cegah Karhutla

DPMD Kukar juga mengajak kader Posyandu membantu pemerintah mencegah Karhutla. Kader dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui media sosial, media informasi desa dan kelurahan, serta saluran komunikasi lainnya.

Edukasi tersebut mencakup larangan membuka lahan dengan cara membakar dan larangan membakar sampah secara sembarangan.

Kader juga dapat mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di sekitar permukiman dan lahan yang rawan terbakar.

Dengan peran tersebut, kader tidak hanya membantu pelayanan kesehatan masyarakat, tetapi juga ikut memperkuat upaya pencegahan Karhutla di tingkat desa dan kelurahan.

Pemerintah Desa Kukar Perlu Perbarui Informasi Karhutla

DPMD Kukar meminta pemerintah desa dan kelurahan terus berkoordinasi dengan Puskesmas mengenai perkembangan kualitas udara.

Pemerintah desa juga perlu memastikan kader memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi Karhutla di wilayah masing-masing.

Arianto mengatakan pemerintah harus mengutamakan aspek keselamatan ketika menentukan pola pelayanan Posyandu.

“Yang paling penting jangan sampai pelayanan yang kita laksanakan justru membuat masyarakat, terutama kelompok rentan, terpapar kondisi udara yang kurang baik. Jadi pelaksanaannya harus melihat situasi dan kondisi di lapangan,” tuturnya.

Balita Jadi Perhatian dalam Pelayanan Posyandu

Ketua Posyandu Bougenville I, Kelurahan Bukit Biru, Risky Amelia, mendukung kebijakan DPMD Kukar tersebut.

Menurutnya, kondisi kabut asap perlu mendapat perhatian serius karena Posyandu banyak melayani kelompok rentan, terutama balita.

“Kami mendukung adanya penyesuaian pelayanan ini, karena di Posyandu sendiri ada banyak balita yang kami khawatirkan akan terdampak buruk kesehatannya akibat kondisi udara seperti sekarang,” ujarnya.

Risky mengatakan peserta Posyandu juga mencakup remaja dan lansia. Karena itu, pihaknya akan mengingatkan seluruh peserta untuk melindungi diri ketika mengikuti pelayanan di tengah kondisi udara yang kurang baik.

Peserta Posyandu Diimbau Gunakan Masker

Risky mengatakan kader akan mengingatkan peserta untuk menggunakan masker apabila Posyandu tetap menggelar pelayanan.

Imbauan tersebut berlaku bagi balita, remaja, lansia, maupun peserta lainnya.

“Kalaupun nanti tetap dilakukan pelayanan, kami menghimbau kepada peserta Posyandu, baik balita, remaja maupun lansia, untuk menggunakan masker,” pungkasnya.

(Adv/DPMDKukar)

Back to top button