ISPA Samarinda Naik 22,8 Persen, Puluhan Ribu Masker Dibagikan di Tengah Kabut Asap

DIKSI.CO – Warga Kota Samarinda mulai menghadapi ancaman gangguan pernapasan seiring meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sebesar 22,8 persen. Kondisi ini terjadi saat musim kemarau mulai meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Asap karhutla yang menyelimuti sejumlah wilayah menjadi perhatian karena dapat menurunkan kualitas udara. Kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, terutama mereka yang beraktivitas di luar ruangan.

Untuk mengantisipasi dampaknya, Info Taruna Samarinda (ITS) bersama relawan dan sejumlah instansi membagikan masker kepada masyarakat. Aksi tersebut berlangsung di Perempatan Lemboswana, Kamis (27/8/2026).

Ketua Relawan Samarinda, Joko Iswanto, mengatakan kegiatan itu merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Warga tetap harus beraktivitas meski kondisi udara mulai terdampak asap.

“Dari informasi yang kami terima dari Dinas Kesehatan Kota dan Provinsi, terjadi peningkatan ISPA sekitar 22,8 persen di Kota Samarinda,” kata Joko.

ITS Himpun 38.250 Masker untuk Warga Samarinda

ITS sebelumnya menargetkan pengumpulan 10.000 masker. Namun, dukungan berbagai pihak membuat jumlah masker yang terkumpul mencapai 38.250 buah.

“Target awal kami 10.000 masker, tetapi sampai hari ini sudah terkumpul 38.250 masker,” ungkap Joko.

Keluarga besar ITS menjadi salah satu sumber donasi masker tersebut. Sejumlah pihak juga ikut memberikan dukungan.

Dukungan datang dari Kapolresta Samarinda, Wakil Wali Kota Samarinda, Sekretaris Daerah, relawan, komunitas hingga pengemudi ojek online.

Joko mengatakan kondisi musim kemarau perlu mendapat perhatian bersama. Cuaca kering dapat meningkatkan risiko kebakaran lahan.

Asap dari kebakaran kemudian dapat bergerak menuju kawasan permukiman dan pusat kota. Karena itu, masyarakat perlu menggunakan perlindungan saat beraktivitas di luar rumah.

Kapolresta Samarinda Ikut Bagikan Masker

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar turut turun langsung membagikan masker kepada pengguna jalan.

Ia mengatakan aksi tersebut tidak berhenti pada pembagian masker Kamis sore. Relawan bersama TNI-Polri, BPBD dan instansi terkait akan melanjutkan kegiatan hingga beberapa bulan ke depan.

“Insyaallah nanti hingga bulan September, bulan Oktober, rekan-rekan relawan sudah menyiapkan. Alhamdulillah kita mendapatkan kurang lebih 38.000 masker yang nanti akan dibagikan kepada seluruh masyarakat di Kota Samarinda,” ujar Hendri.

Dalam kegiatan Kamis tersebut, sekitar 10.000 masker dibagikan kepada masyarakat. Relawan menyebarkan masker di empat persimpangan utama.

“Hari ini kita bagikan sekitar 10.000 masker kepada masyarakat pengguna jalan. Nanti kita lihat di empat persimpangan besar, teman-teman relawan, TNI, Polri, BPBD dan instansi terkait lainnya aktif memberikan masker kepada masyarakat pengguna jalan,” katanya.

Hendri menyebut pembagian masker menjadi salah satu bentuk respons bersama terhadap kondisi udara. Langkah tersebut juga sejalan dengan upaya menghadapi potensi karhutla di Samarinda.

Polisi Selidiki Kasus Karhutla di Samarinda

Selain membantu masyarakat menghadapi dampak asap, kepolisian juga menyelidiki sejumlah kasus karhutla di Samarinda.

Hendri mengatakan polisi menemukan beberapa kejadian yang mengarah pada dugaan tindak pidana. Penyidik kini mendalami kasus tersebut.

“Sudah ada beberapa orang yang mengarah kepada tersangka. Insyaallah dalam waktu beberapa hari ke depan akan kita rilis dan sampaikan,” tegas Hendri.

Sejumlah lokasi masuk dalam perhatian penyidik. Di antaranya kawasan Bantuas, Kecamatan Palaran, dan wilayah Samarinda Ulu.

“Terutama yang di wilayah Bantuas, Kecamatan Palaran, kemudian ada lagi di wilayah Samarinda Ulu. Sudah kita gelar, sebentar lagi kalau ada tersangka akan kita sampaikan,” jelasnya.

Hendri menegaskan polisi tidak hanya menangani karhutla melalui pemadaman. Penyidik juga mencari penyebab kebakaran dan mendalami kemungkinan adanya unsur kesengajaan.

Warga Diminta Tidak Membakar Lahan Sembarangan

Ketua Relawan Samarinda, Joko Iswanto, mengajak masyarakat ikut mencegah karhutla. Ia meminta pemilik lahan tidak melakukan pembakaran sembarangan selama musim kemarau.

“Kami juga mengingatkan masyarakat, terutama yang memiliki lahan, agar tidak melakukan pembakaran karena bisa menyebabkan kebakaran meluas,” tegasnya.

Menurut Joko, pembagian masker juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Warga perlu menjaga kesehatan sekaligus ikut mencegah kebakaran lahan.

“Masker hanya salah satu cara untuk menjaga kesehatan saat beraktivitas di luar rumah. Yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga kesehatan diri sendiri,” katanya.

(Redaksi)

Back to top button