DPRD Samarinda Dorong Tes Urine Pelajar dan Pegawai OPD untuk Cegah Narkotika

DIKSI.CO – DPRD Kota Samarinda mendorong perluasan pemeriksaan urine sebagai langkah deteksi dini penyalahgunaan narkotika. Pemeriksaan tidak hanya menyasar pelajar, tetapi juga pegawai di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD).
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Sri Puji Astuti mengatakan pemeriksaan urine perlu berjalan secara berkala. Menurutnya, pencegahan narkotika tidak cukup hanya melalui kegiatan sosialisasi.
Sri Puji menilai tes urine dapat membantu pemerintah mendeteksi potensi penyalahgunaan narkotika sejak awal. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala anggaran.
“Setiap OPD bisa melakukan tes urine kepada setiap pegawainya, tapi itu kan tidak dilakukan. Di mana hambatannya? Karena anggaran,” ujar Sri Puji, Rabu (26/8/2026).
Anggaran Jadi Kendala Tes Urine
Sri Puji menjelaskan pemeriksaan urine membutuhkan biaya. Salah satu kebutuhan tersebut berupa cartridge untuk mendeteksi tujuh parameter.
Keterbatasan anggaran membuat pemeriksaan belum berjalan secara konsisten. Padahal, pemeriksaan berkala dapat memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di Samarinda.
Karena itu, DPRD Samarinda bersama pemerintah daerah perlu membahas skema pembiayaan pemeriksaan urine.
Sri Puji juga membuka peluang penggunaan APBD Kota Samarinda untuk mendukung program tersebut. Terutama jika pemerintah memperluas pemeriksaan ke lingkungan sekolah.
“Nah tadi kami bicarakan, kalau bisa semua tes urine,” ungkapnya.
Tes Urine Pelajar Perlu Skema Pembiayaan
Sri Puji mengatakan rencana pemeriksaan urine bagi pelajar membutuhkan perencanaan yang matang. Pemerintah harus memastikan program tersebut tidak membebani siswa maupun orang tua.
Salah satu opsi yang muncul ialah menggunakan dukungan anggaran melalui APBD Kota Samarinda.
“Apakah nanti itu bisa dianggarkan melalui APBD Kota? Itu yang kita bicarakan,” tuturnya.
Namun, DPRD Samarinda belum menentukan pos anggaran untuk membiayai pemeriksaan tersebut.
Sri Puji mengatakan pembahasan masih berlangsung bersama fraksi-fraksi di DPRD Samarinda. DPRD juga masih mempertimbangkan instansi yang paling tepat untuk mengelola anggaran tersebut.
“Apakah anggaran itu nanti bisa dimasukkan ke dalam Dinas Pendidikan atau ke mana, itu kita belum tahu, kita masih bicarakan,” pungkasnya.
Tes Urine Jangan Sekadar Seremonial
Sri Puji berharap pemerintah dapat memperkuat dukungan anggaran untuk pemeriksaan urine. Dengan dukungan tersebut, pemerintah bisa menjalankan pemeriksaan secara rutin.
Ia menilai tes urine harus menjadi bagian dari program pencegahan narkotika yang berkelanjutan. Pemeriksaan juga perlu menghasilkan langkah tindak lanjut ketika petugas menemukan indikasi penyalahgunaan.
Dengan pola tersebut, tes urine tidak hanya hadir saat agenda tertentu. Program itu dapat menjadi instrumen deteksi dini untuk memperkuat pencegahan narkotika di lingkungan pendidikan maupun pemerintahan.
(Adv)
