RSUD IA Moeis Samarinda Kini Tangani Bayi Prematur di Bawah 700 Gram

DIKSI.CO – RSUD Inche Abdoel Moeis (IA Moeis) Samarinda meningkatkan kemampuan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Rumah sakit milik Pemkot Samarinda itu kini mampu menangani bayi prematur dengan berat lahir di bawah 700 gram atau usia kehamilan kurang dari 27 minggu.
Kemampuan tersebut hadir setelah rumah sakit mengoperasikan gedung baru pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA). Kehadiran fasilitas baru itu turut memperkuat layanan neonatal bagi bayi dengan kondisi kritis.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti menyebut peningkatan layanan tidak hanya bergantung pada peralatan medis. Rumah sakit juga perlu memperkuat kemampuan tenaga kesehatan.
RS IA Moeis Tingkatkan Layanan Bayi Prematur
Sri Puji mengatakan RS IA Moeis sebelumnya menghadapi keterbatasan dalam menangani bayi dengan berat lahir sangat rendah. Kini, rumah sakit mulai mampu memberikan perawatan kepada bayi dengan berat lahir di bawah 700 gram.
“Sekarang dengan berat badan 700 gram sudah bisa dilayani dan pasiennya hidup. Ini tentu perkembangan yang sangat luar biasa,” kata Sri Puji, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, kemampuan tersebut menunjukkan perkembangan layanan kesehatan di Samarinda. Rumah sakit juga terus mengikuti perkembangan ilmu kedokteran dan teknologi medis.
“Dulu 1,5 kilogram saja kita tidak bisa maksimal dalam menolong. Ini menunjukkan perkembangan ilmu kedokteran saat ini makin berkembang, termasuk alat-alatnya,” ujarnya.
Fasilitas dan Tenaga Medis Jadi Penunjang
Penanganan bayi prematur dengan berat lahir sangat rendah membutuhkan perhatian khusus. Kondisi tersebut membutuhkan peralatan medis yang sesuai dan tenaga kesehatan dengan kompetensi khusus.
Karena itu, Sri Puji menilai peningkatan fasilitas harus berjalan bersama pengembangan sumber daya manusia. Rumah sakit perlu memastikan tenaga medis mampu menangani pasien dengan kondisi kritis.
Gedung KIA yang baru juga memberi ruang lebih luas bagi pengembangan layanan ibu dan anak. Fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan RS IA Moeis.
RS IA Moeis Layani Puluhan Pasien Thalasemia
Selain layanan neonatal, RS IA Moeis juga menangani pasien thalasemia. Saat ini, sekitar 74 pasien thalasemia menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.
Thalasemia merupakan kelainan darah bawaan akibat faktor genetik. Kondisi tersebut membuat tubuh tidak mampu memproduksi hemoglobin secara normal sehingga penderitanya mengalami anemia.
Sri Puji mengatakan kebutuhan darah bagi pasien thalasemia kini tersedia di RS IA Moeis.
“Untuk kebutuhan darah penyembuhan pasien thalasemia saat ini juga sudah tersedia di rumah sakit IA Moeis,” terang Sri.
Ketersediaan darah tersebut membantu pasien mendapatkan perawatan secara lebih mudah. Pasien juga tidak perlu mencari layanan darah ke fasilitas kesehatan lain.
DPRD Dorong Layanan Bayi Tabung
Komisi IV DPRD Samarinda juga mendorong RS IA Moeis segera menghadirkan layanan bayi tabung.
Saat ini, warga Kalimantan Timur yang membutuhkan layanan tersebut masih harus menjalani perawatan di luar daerah. Surabaya dan Solo menjadi sejumlah tujuan pasien untuk mendapatkan layanan bayi tabung.
Kondisi itu membuat pasien harus mengeluarkan biaya tambahan. Selain biaya perawatan, mereka juga harus menanggung kebutuhan perjalanan dan akomodasi.
Sri Puji berharap RS IA Moeis dapat segera merealisasikan layanan tersebut. Dengan begitu, masyarakat Kaltim bisa memperoleh layanan bayi tabung di Samarinda.
“Semoga dapat segera terlaksana program bayi tabung ini, agar kita tidak perlu jauh-jauh ke Surabaya, Solo dan lainnya. Cukup di Kaltim saja, di Samarinda ada,” demikian Sri Puji Astuti.
(Adv)
