Air Bangai Ancam Air Bersih Samarinda, DPRD Minta Warga Hemat Air

DIKSI.CO – Intrusi air laut ke Sungai Mahakam mulai memengaruhi pengolahan air bersih di Kota Samarinda. Kondisi ini mendorong DPRD Samarinda mengajak masyarakat menghemat penggunaan air selama musim kemarau.

Ketua DPRD Samarinda Helmi Abdullah meminta warga menggunakan air sesuai kebutuhan. Menurutnya, penghematan dapat membantu menjaga pasokan air bersih ketika kemarau masih berlangsung.

Perumda Tirta Kencana Samarinda juga terus memantau perubahan kualitas air baku. Tim laboratorium menguji kadar klorida secara berkala untuk mengantisipasi pergerakan air asin.

Air Laut Masuk ke Sungai Mahakam

Fenomena masuknya air laut ke Sungai Mahakam kerap warga sebut sebagai air bangai. Intrusi tersebut muncul ketika debit air tawar dari hulu menurun dan pengaruh pasang air laut semakin kuat.

Kondisi itu mulai memengaruhi sejumlah instalasi pengolahan air milik Perumda Tirta Kencana. Perumda bahkan mengurangi jam operasional IPA Bantuas karena kualitas air baku mengalami perubahan.

“Perumda Tirta Kencana sudah mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara bijak dan sesuai kebutuhan. Penghematan perlu dilakukan untuk membantu menjaga ketersediaan air selama musim kemarau ini,” kata Helmi, Selasa (1/9/2026).

Warga Perbukitan Hadapi Risiko Kekurangan Air

Helmi mengatakan musim kemarau memberi dampak berbeda pada setiap wilayah. Warga yang tinggal di kawasan perbukitan menghadapi risiko lebih besar saat sumber air alternatif mulai berkurang.

Sejumlah sumur bor dan mata air warga juga mulai mengering. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat semakin bergantung pada jaringan air bersih.

“Wilayah yang cukup rentan memang kawasan perbukitan. Saat kemarau seperti sekarang, sejumlah sumur bor dan mata air yang biasa dimanfaatkan warga sudah mulai mengering,” ujarnya.

Karena itu, Helmi mengajak warga mengatur pemakaian air sejak sekarang. Ia juga meminta masyarakat menyiapkan cadangan air secukupnya.

Perumda Pantau Kadar Klorida

Perumda Tirta Kencana terus menguji kualitas air baku Sungai Mahakam. Tim laboratorium memeriksa kadar klorida secara rutin dan dapat meningkatkan frekuensi pemeriksaan ketika kondisi berubah.

Pemantauan tersebut membantu Perumda menentukan waktu produksi pada setiap instalasi. Jika kadar klorida masih berada dalam batas aman, petugas dapat melanjutkan pengolahan air.

Sebaliknya, Perumda dapat menghentikan produksi sementara ketika kadar klorida melewati ambang batas. Langkah tersebut bertujuan menjaga kualitas air sebelum masuk ke jaringan pelanggan.

Helmi Ingatkan Batas Kadar Garam

Helmi meminta Perumda tetap mengutamakan kesehatan masyarakat. Ia mendukung produksi air bersih selama kualitas air baku masih memenuhi standar.

“Selama air Sungai Mahakam masih memenuhi standar dan layak diolah, kami berharap produksi air bersih tetap berjalan semaksimal mungkin. Tetapi kalau kadar garam akibat intrusi sudah melampaui batas kelayakan, yaitu 250 mg/l, produksi sementara memang harus dihentikan demi melindungi kesehatan masyarakat,” tegas Helmi.

Perumda menggunakan kadar klorida sebagai salah satu parameter dalam memantau kondisi air baku. Data terbaru menunjukkan beberapa instalasi masih mampu beroperasi, sedangkan IPA Bantuas mengalami penyesuaian akibat intrusi.

Warga Perlu Hemat Air

DPRD Samarinda mengajak masyarakat mengurangi penggunaan air untuk aktivitas yang tidak mendesak. Warga juga dapat menyimpan cadangan air secukupnya untuk kebutuhan sehari-hari.

Penghematan tersebut dapat membantu menjaga pasokan ketika kondisi Sungai Mahakam belum sepenuhnya pulih. Langkah sederhana dari masyarakat juga dapat mengurangi tekanan terhadap sistem distribusi air bersih.

Selain itu, Helmi meminta warga mengikuti informasi resmi dari Perumda Tirta Kencana. Masyarakat tidak perlu panik selama Perumda masih menjaga produksi dan distribusi air.

Pemerintah Perkuat Mitigasi Intrusi Air Laut

DPRD Samarinda mendukung langkah Perumda Tirta Kencana dalam menghadapi intrusi air laut. Helmi berharap pemerintah dan Perumda terus memperkuat pemantauan kualitas air baku.

Perumda juga berharap hujan segera turun di wilayah hulu Sungai Mahakam. Debit air tawar dari hulu dapat membantu mendorong kembali air laut yang masuk ke aliran sungai.

Dengan pemantauan rutin dan penggunaan air secara hemat, pemerintah berharap pelayanan air bersih tetap berjalan. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan air selama musim kemarau.

(adv)

Back to top button