Hoaks Pawai Pembangunan 28 Agustus Beredar, Warga Samarinda Diminta Tak Sebarkan Pesan Berantai

DIKSI.CO – Warga Samarinda perlu mewaspadai pesan berantai terkait Pawai Pembangunan pada 28 Agustus 2026. Pesan tersebut beredar melalui aplikasi WhatsApp.
Pesan itu mengajak masyarakat mengikuti pawai dengan mengenakan seragam Kadersus atau pakaian adat tradisional. Pengirim juga mencantumkan daftar calon peserta.
Selain itu, pengirim meminta warga mengumpulkan 20 hingga 50 orang. Pesan tersebut juga menyebut peserta akan menerima uang jalan dari Ibu Wali Kota Samarinda.
Perempuan Bersatu Samarinda memastikan informasi tersebut tidak benar. Panitia menyatakan pesan itu sebagai hoaks.
Ketua Panitia Parade Perempuan Bersatu Samarinda, dr Deasy Evriyani, membantah informasi tersebut. Ia menegaskan pihaknya tidak pernah mengeluarkan pesan itu.
“Informasi atau ajakan terkait Pawai Pembangunan pada tanggal 28 Agustus yang beredar melalui WhatsApp, termasuk informasi mengenai seragam Kadersus, daftar peserta, serta adanya uang jalan dari Ibu Wali Kota Samarinda, adalah tidak benar atau hoaks,” ujar Deasy.
Warga Samarinda Diminta Abaikan Pesan Hoaks
Deasy meminta warga tidak langsung mempercayai pesan dari sumber yang tidak jelas. Ia juga meminta masyarakat tidak mengikuti ajakan dalam pesan tersebut.
Warga tidak perlu mengumpulkan peserta sesuai permintaan dalam pesan. Mereka juga sebaiknya tidak menyerahkan data pribadi kepada orang yang tidak dikenal.
“Mohon Bapak/Ibu tidak meneruskan, menyebarluaskan, ataupun menindaklanjuti pesan tersebut, karena informasi tersebut bukan merupakan informasi resmi dari Perempuan Bersatu Samarinda,” tegasnya.
Menurut Deasy, pesan tersebut memuat berbagai informasi yang tampak seperti agenda resmi. Pengirim mencantumkan ketentuan pakaian dan jumlah peserta.
Pesan itu juga memuat daftar nama serta informasi soal uang jalan. Kondisi tersebut dapat membuat masyarakat salah memahami informasi.
Cek Informasi Pawai Lewat Kanal Resmi
Deasy mengimbau masyarakat mengecek setiap informasi melalui kanal resmi Perempuan Bersatu Samarinda. Langkah tersebut penting untuk memastikan kebenaran informasi.
“Untuk mendapatkan informasi yang valid, silakan mengacu pada kanal komunikasi resmi atau grup chat Perempuan Bersatu Samarinda,” katanya.
Warga juga perlu berhati-hati jika menerima pesan dari nomor pribadi yang tidak dikenal.
“Apabila menerima pesan serupa, mohon abaikan dan hapus pesan tersebut,” ujar Deasy.
Masyarakat dapat memblokir nomor pengirim jika pesan masuk melalui chat pribadi. Langkah itu dapat membantu menghentikan penyebaran informasi palsu.
Jangan Sebarkan Informasi yang Belum Terverifikasi
Panitia menilai masyarakat perlu melakukan pengecekan sebelum meneruskan sebuah informasi. Terutama jika pesan tersebut membawa nama organisasi atau pejabat.
Warga sebaiknya memeriksa informasi sebelum membagikannya ke grup keluarga. Hal yang sama berlaku untuk grup komunitas dan media sosial.
“Informasi yang belum diketahui kebenarannya sebaiknya tidak langsung dibagikan kepada orang lain,” kata Deasy.
Ia berharap warga ikut menghentikan penyebaran pesan tersebut. Masyarakat cukup mengabaikan dan menghapus pesan yang sudah dinyatakan hoaks.
“Jangan sampai informasi yang tidak benar kemudian dianggap sebagai informasi resmi karena terus disebarluaskan,” ujarnya.
Panitia kembali menegaskan bahwa Perempuan Bersatu Samarinda tidak pernah mengeluarkan ajakan tersebut. Informasi soal seragam Kadersus, daftar peserta dan uang jalan juga tidak berasal dari panitia.
“Saring sebelum sharing,” pungkas Deasy.
(Redaksi)
