Kepala Dispar Kaltim Raih Lisensi Selam Internasional NAUI, Dorong Pemandu Wisata Bersertifikat

blue-mosquito-606833.hostingersite.com – Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur (Kaltim) H.M. Faisal mendorong peningkatan kompetensi pemandu wisata bahari melalui kepemilikan sertifikasi selam internasional. Langkah tersebut ia awali dengan mengikuti pelatihan hingga berhasil memperoleh lisensi Open Water dari National Association of Underwater Instructors (NAUI).
Penyerahan sertifikat tersebut langsung oleh tim Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman (FPIK Unmul) di ruang kerja Faisal, Rabu (2/9/2026).
Faisal mengatakan sertifikasi selam bukan sekadar pencapaian pribadi. Ia ingin memberikan contoh kepada pelaku pariwisata bahwa kompetensi dan standar keselamatan harus menjadi bagian penting dalam pengembangan wisata bahari Kaltim.
“Saya hari ini memberikan contoh, bahwa saya juga belajar dan mencari kompetensi menyelam,” ujar Faisal, Rabu (2/9/2026).
Menurut Faisal, potensi wisata bahari Kaltim sangat besar. Sejumlah wilayah pesisir dan kepulauan menawarkan kekayaan bawah laut yang dapat menjadi daya tarik wisatawan. Namun, pengelolaannya juga membutuhkan sumber daya manusia yang memahami teknik penyelaman dan keselamatan.
Ia secara khusus menyoroti peran pemandu wisata lokal yang kerap mendampingi wisatawan ketika melakukan aktivitas di laut.
“Beban mereka jauh lebih berat karena mengajak wisatawan, berbahaya jika tidak memiliki sertifikasi,” tegasnya.
Dispar Kaltim Cari Skema Biaya Sertifikasi Pemandu
Faisal memahami biaya pelatihan dan sertifikasi dapat menjadi kendala bagi pemandu wisata lokal. Karena itu, Dispar Kaltim tengah mencari skema agar lebih banyak pemandu di berbagai destinasi memiliki kompetensi dan lisensi resmi.
Salah satu opsi yang dijajaki yakni menggandeng perusahaan melalui pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR).
“Kami berupaya mencarikan jalan agar kawan-kawan pemandu di objek wisata punya sertifikasi,” imbuh Faisal.
Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan standar pelayanan sekaligus memberikan jaminan keselamatan bagi wisatawan yang menikmati destinasi bahari Kaltim.
Faisal Jalani Seluruh Tahapan Pelatihan
Dosen FPIK Unmul Muchlis Efendi mengapresiasi keseriusan Faisal dalam mengikuti pelatihan selam. Menurutnya, Faisal menjalani seluruh tahapan pelatihan meski harus membagi waktu dengan agenda kedinasan.
“Beliau menyelesaikannya di tengah kesibukan dinas yang luar biasa padat jadwalnya. Semua tahapan tuntas dijalani, dari teori daring, praktik kolam, hingga sesi laut,” kata Muchlis.
Pelatihan sertifikasi Open Water mencakup pembelajaran teori, latihan di kolam, serta praktik penyelaman di laut. Peserta mempelajari dasar-dasar keselamatan, fisika selam, fisiologi tubuh, penggunaan peralatan, hingga teknik mengatasi berbagai kondisi ketika berada di dalam air.
Pada tahap praktik, peserta juga menjalani latihan seperti membersihkan masker yang kemasukan air, melepas dan memasang regulator, serta mengendalikan daya apung.
Peserta kemudian menerapkan keterampilan tersebut melalui penyelaman di laut terbuka.
Lisensi NAUI Berlaku Seumur Hidup
Instruktur Selam FPIK Unmul Adnan menjelaskan lisensi yang diperoleh Faisal berasal dari NAUI, salah satu lembaga pelatihan selam internasional yang berbasis di Amerika Serikat.
Menurut Adnan, lisensi tersebut berlaku seumur hidup untuk aktivitas penyelaman rekreasi dengan tetap mengikuti ketentuan keselamatan dan batas kemampuan pemegang sertifikat.
“Lisensi selam ini berlaku seumur hidup untuk penyelaman rekreasi di seluruh dunia,” terang Adnan.
Meski berlaku seumur hidup, pemegang sertifikat Open Water tetap harus mematuhi batasan teknis saat menyelam. Adnan menyebut pemegang sertifikat tersebut memiliki batas kedalaman hingga 18 meter dan harus menerapkan sistem penyelaman berpasangan atau buddy system.
“Batas kedalamannya maksimal 18 meter dan penyelaman wajib dilakukan secara berpasangan (buddy system),” jelasnya.
Dorong Pengembangan Wisata Selam Kaltim
Dengan lisensi tersebut, Faisal kini memiliki kompetensi dasar untuk ikut melihat langsung potensi wisata bawah laut Kaltim. Sejumlah destinasi memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata selam.
Potensi itu antara lain kawasan Kepulauan Derawan di Kabupaten Berau, sejumlah titik terumbu karang di Muara Badak, Kutai Kartanegara, hingga Pulau Birah-Birahan dan Teluk Sumbang di Kutai Timur.
Faisal berharap peningkatan kompetensi tidak hanya berhenti pada dirinya. Ia ingin semakin banyak pelaku wisata, khususnya pemandu lokal, memiliki sertifikasi yang sesuai standar sehingga pengembangan wisata bahari Kaltim berjalan beriringan dengan aspek keselamatan.
(Redaksi)
