Kebakaran Lahan Pelita 8 Samarinda Capai 7 Hektare, Andi Harun Soroti Kendala Sumber Air

DIKSI.CO – Upaya pemadaman kebakaran lahan di kawasan Pelita 8, Samarinda, masih terus dilakukan petugas gabungan setelah api menghanguskan sekitar 7 hektare lahan, Selasa (25/8/2026) sore.

Wali Kota Samarinda Andi Harun turun langsung ke lokasi untuk memantau proses penanganan. Dari dua titik kebakaran yang ditemukan, satu titik telah berhasil dipadamkan, sedangkan titik lainnya masih dalam tahap pembasahan.

Andi Harun Pantau Langsung Kebakaran Lahan di Pelita 8

Andi Harun mengatakan, informasi mengenai kebakaran diterima sekitar pukul 15.00 WITA. Petugas gabungan kemudian langsung dikerahkan untuk menangani api yang muncul di dua titik.

Satu titik berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.30 WITA. Sementara petugas masih melakukan pembasahan di titik lainnya guna mencegah api kembali muncul.

“Kurang lebih sekitar 7 hektaran lahan yang diperkirakan terbakar. Kita lagi koordinasi juga sama Pak Kapolresta beserta tim kalau kemungkinan ada unsur kesengajaan,” ujar Andi Harun saat berada di lokasi.

Polisi Selidiki Dugaan Unsur Kesengajaan

Mengenai penyebab kebakaran, Andi Harun menyebut pemerintah masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian.

Polisi juga direncanakan memasang garis polisi di sekitar lokasi untuk mendukung proses pemeriksaan dan memastikan penyebab kebakaran dapat diketahui secara jelas.

Andi Harun mengingatkan masyarakat agar tidak bersikap pasif terhadap potensi kebakaran lahan. Ia meminta warga segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi memicu kebakaran.

“Kita memperingatkan kepada warga untuk juga aktif melaporkan jika ada hal-hal yang mencurigakan,” katanya.

Sumber Air Surut Jadi Kendala Pemadaman

Proses pemadaman di Pelita 8 menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber air. Sungai kecil yang berada tidak jauh dari lokasi dan terhubung dengan Sungai Mahakam diketahui dalam kondisi surut.

Situasi tersebut menyulitkan petugas mendapatkan pasokan air untuk memadamkan api. Bahkan, setelah titik pertama berhasil ditangani, persediaan air di sekitar lokasi ikut habis.

“Kendalanya sebenarnya di sumber air. Kita punya sungai kecil, itu koneksi langsung dengan Mahakam. Tapi airnya juga surut. Bahkan tadi setelah selesai titik pertama itu habis,” jelas Andi Harun.

Petugas Manfaatkan Danau untuk Pemadaman

Untuk mengatasi keterbatasan air, petugas kemudian mencari sumber alternatif. Salah satu sumber yang dimanfaatkan berada di kawasan danau dekat pintu masuk Perumahan Korpri.

Air dari lokasi tersebut digunakan untuk mendukung proses pemadaman dan pembasahan di titik kedua yang masih membutuhkan penanganan.

Menurut Andi Harun, pencarian sumber air alternatif menjadi penting karena proses pemadaman harus terus dilakukan hingga tidak ada lagi potensi api kembali menyala.

Kebakaran di Palaran Juga Ditangani Petugas

Selain Pelita 8, sejumlah titik kebakaran juga sempat muncul di wilayah Samarinda lainnya.

Di kawasan Palaran, terdapat empat titik yang sebelumnya dilaporkan mengalami kebakaran. Penanganan di wilayah tersebut turut mendapat dukungan dari pihak Pertamina.

“Di Palaran ada empat titik tadi. Tapi yang mentuasnya sudah? Sudah aman,” ujar Andi Harun.

Meski sejumlah titik telah dinyatakan aman, petugas tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali api.

Andi Harun Minta Pemadaman Dilanjutkan dengan Pembasahan

Andi Harun memastikan penanganan kebakaran lahan tidak berhenti setelah api terlihat padam. Petugas diminta melanjutkan proses pembasahan untuk memastikan bara api di dalam lahan tidak kembali memicu kebakaran.

“Sekarang sudah tahap pembasahan di titik kedua ini,” pungkasnya.

Pemkot Samarinda bersama unsur pentahelix juga terus melakukan pemantauan di sejumlah lokasi rawan kebakaran. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api kembali menyebar dan memastikan seluruh titik kebakaran benar-benar aman.

(Redaksi)

Back to top button