Andi Harun Evaluasi Konsep Dermaga Harapan Baru, Dorong Kawasan Terpadu Perikanan

DIKSI.CO – Rencana pengembangan Dermaga Harapan Baru di Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, mendapat perhatian Wali Kota Samarinda Andi Harun. Ia meminta pemerintah daerah dan konsultan menghitung kembali konsep kawasan tersebut agar investasi yang dikeluarkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi daerah.
Andi Harun menilai pemerintah perlu menentukan fungsi utama kawasan sebelum masuk ke tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED). Menurutnya, konsep yang terlalu banyak fungsi tanpa prioritas dapat menyulitkan pemerintah dalam menentukan kebutuhan infrastruktur dan pola pengelolaannya.
Ia menyampaikan hal tersebut saat memimpin rapat presentasi konsep Dermaga Harapan Baru yang disampaikan konsultan mitra Dinas Perhubungan di Ruang Rapat Wali Kota Samarinda, Rabu (16/9/2026).
Andi Harun Minta Fungsi Dermaga Jelas
Andi Harun mengatakan pemerintah masih memiliki ruang untuk memperbaiki konsep karena proyek tersebut belum memasuki tahap DED. Karena itu, ia meminta konsultan bersama perangkat daerah mematangkan konsep kawasan terlebih dahulu.
“Konsep ini perlu diperkuat, terutama dalam menentukan fungsi utama kawasan dan memastikan investasi memberikan manfaat ekonomi,” kata Andi Harun.
Konsep awal Dermaga Harapan Baru memuat beberapa fungsi. Di antaranya tambatan tugboat, kawasan logistik, perikanan, UMKM hingga ruang publik.
Namun, Andi Harun meminta seluruh fungsi tersebut memiliki skala prioritas yang jelas.
“Dermaga Harapan Baru ini sebenarnya mau dijadikan apa? Jika ada empat fungsi, tetapkan mana fungsi utamanya dan mana fungsi pendukungnya,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah memang dapat menggabungkan sejumlah kegiatan dalam satu kawasan. Akan tetapi, setiap fungsi harus memiliki hubungan yang jelas.
Sebab, fungsi utama nantinya akan menentukan desain kawasan, kebutuhan infrastruktur serta model pengelolaan Dermaga Harapan Baru.
Aktivitas Tugboat Perlu Dihitung Ulang
Salah satu rencana yang mendapat perhatian Andi Harun yakni pemanfaatan dermaga untuk tambatan tugboat.
Ia meminta pemerintah melihat kembali potensi aktivitas tersebut dengan mempertimbangkan perubahan pola operasional pelayaran.
Saat ini, sistem pelayaran yang berjalan selama 24 jam berpotensi mengurangi kebutuhan kapal untuk melakukan tambatan di kawasan Harapan Baru.
Karena itu, pemerintah perlu menghitung ulang potensi pendapatan sebelum mengalokasikan investasi dalam jumlah besar.
Andi Harun mengingatkan agar pembangunan dermaga tidak hanya mengejar pembangunan fisik tanpa mempertimbangkan kemampuan kawasan menghasilkan pendapatan.
“Kalau kita hitung dengan potensi PAD yang tadi disampaikan, sampai kapan pun tidak akan kembali modal. Untuk apa kita bikin kalau tidak ekonomis, jika urusan PAD, harus ada business plan-nya,” tegasnya.
Dermaga Harapan Baru Bisa Jadi Kawasan Perikanan
Sebagai alternatif, Andi Harun mengusulkan pengembangan Dermaga Harapan Baru dengan konsep kawasan terpadu transportasi sungai, logistik dan perikanan.
Konsep tersebut dapat menghubungkan aktivitas transportasi sungai dengan kawasan perikanan yang sudah berkembang di sekitar lokasi.
Selain itu, pemerintah dapat mengintegrasikan kawasan Harapan Baru dengan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan fasilitas cold storage yang berada di seberang kawasan.
Andi Harun melihat integrasi tersebut dapat membentuk rantai aktivitas ekonomi yang lebih jelas.
“Jadi alurnya, kapal nelayan bongkar ikan, masuk ke cold storage, kemudian distribusi, lalu ada kawasan UMKM perikanan. Saya bayangkan kawasan ini menjadi salah satu pusat aktivitas perikanan di Samarinda,” jelasnya.
Menurutnya, konsep tersebut tidak hanya berorientasi pada aktivitas dermaga. Pemerintah juga dapat mengembangkan kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan.
Infrastruktur Tepian Sungai Ikut Dievaluasi
Selain fungsi kawasan, Andi Harun meminta pemerintah mengevaluasi aspek fisik Dermaga Harapan Baru.
Salah satu perhatian utama yakni kondisi tepian sungai yang membutuhkan penanganan erosi. Ia meminta pembangunan turap masuk dalam perencanaan kawasan secara menyeluruh.
Dengan demikian, pemerintah tidak perlu memisahkan pembangunan perlindungan tepian sungai dari desain utama kawasan.
Andi Harun kemudian meminta perangkat daerah dan konsultan menyempurnakan konsep sebelum pemerintah melanjutkan proses perencanaan ke tahap berikutnya.
Empat Aspek Jadi Perhatian Pemkot Samarinda
Andi Harun menekankan empat aspek yang harus menjadi dasar penyempurnaan konsep Dermaga Harapan Baru.
Pertama, pemerintah harus menetapkan fungsi utama kawasan secara jelas. Kedua, pemerintah perlu menyusun perhitungan bisnis yang logis.
Ketiga, perencanaan harus menyesuaikan kebutuhan infrastruktur. Keempat, pembangunan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, Andi Harun berharap pembangunan Dermaga Harapan Baru tidak hanya menghasilkan fasilitas baru, tetapi juga menciptakan aktivitas ekonomi yang mampu mendukung pendapatan daerah dan masyarakat.
(Redaksi)
