Teddy Klaim Rombongan Prabowo ke Luar Negeri Lebih Ramping, Kelebihan Biaya Ditanggung Presiden Pribadi

DIKSI.CO – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan Presiden Prabowo Subianto menerapkan efisiensi dalam setiap kunjungan luar negeri. Salah satu langkah yang diklaim dilakukan adalah mengurangi jumlah delegasi serta menanggung sendiri biaya yang melebihi anggaran negara.

Teddy mengatakan Presiden Prabowo tidak membebankan seluruh kebutuhan perjalanan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurut dia, jika terdapat biaya yang melampaui pagu anggaran resmi, Prabowo akan menutup kekurangannya dengan dana pribadi.

“Segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo,” kata Teddy dalam keterangan video yang disampaikan pada Senin (1/6/2026).

Selain itu, Teddy menyebut jumlah rombongan presiden saat melakukan kunjungan luar negeri saat ini jauh lebih sedikit daripada pemerintahan sebelumnya. Ia mengklaim delegasi yang ikut mendampingi Presiden Prabowo hanya sekitar 50 hingga 60 rsebut hanya sekitar setengah dari rombongan pada era presiden-presiden terdahulu yang bisa mencapai lebih dari 120 orang dalam satu lawatan kenegaraan.

“Zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal. Ini sudah banyak yang tahu, termasuk wartawan-wartawan pasti tahu itu semua,” ujarnya.

Teddy Tak Ungkap Besaran Dana Pribadi Prabowo

Meski menyampaikan klaim tersebut, Teddy tidak menjelaskan secara rinci besaran anggaran negara yang untuk perjalanan Presiden Prabowo ke luar negeri.

Ia juga tidak mengungkap jumlah dana pribadi yang telah Presiden gunakan untuk menutupi kelebihan biaya dalam berbagai kunjungan internasional.

Keterangan Teddy muncul setelah sejumlah pihak menyoroti frekuensi perjalanan luar negeri Presiden Prabowo sejak menjabat pada Oktober 2024.

Dino Patti Djalal Soroti Frekuensi Kunjungan Luar Negeri

Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, sebelumnya menyampaikan sejumlah catatan terkait intensitas kunjungan luar negeri Presiden.

Melalui akun Instagram pribadinya, Dino meminta pemerintah memperhatikan aspirasi masyarakat yang menilai perjalanan luar negeri presiden terlalu sering dilakukan.

“Dalam perhitungan kami, dari seluruh pemimpin dunia, Presiden Prabowo telah menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan keluar negeri,” kata Dino.

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri itu juga mengingatkan bahwa setiap lawatan kepala negara membutuhkan anggaran yang besar. Biaya tersebut mencakup kebutuhan tim pendahulu, transportasi udara, akomodasi, logistik, pengamanan, protokoler, hingga uang harian delegasi.

Menurut Dino, satu kali perjalanan presiden ke luar negeri dapat menghabiskan anggaran puluhan miliar hingga ratusan miliar rupiah, tergantung tujuan dan skala kunjungan.

“Kunjungan kepala negara ke luar negeri memakan biaya yang besar dan bahkan sangat besar,” ujarnya.

Transparansi Anggaran Jadi Sorotan

Perdebatan mengenai frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo belakangan juga memunculkan tuntutan agar pemerintah lebih terbuka terkait penggunaan anggaran perjalanan kenegaraan.

Sejumlah pengamat menilai keterbukaan informasi penting untuk memastikan publik dapat mengawasi penggunaan dana negara, terutama ketika pemerintah mendorong kebijakan efisiensi anggaran di berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

(Redaksi)

Back to top button