Iran Tutup Selat Hormuz, IRGC Ancam Harga Minyak Tembus US$200 per Barel

DIKSI.CO – Iran resmi mengumumkan penutupan Selat Hormuz dan mengancam akan menembak kapal yang nekat melintas. Ancaman tersebut memicu kekhawatiran lonjakan harga minyak dunia hingga menyentuh US$200 per barel.

Langkah ini menjadi eskalasi terbaru setelah serangan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei akhir pekan lalu.

IRGC Ancam Bakar Kapal yang Melintas

Pernyataan tegas datang dari penasihat senior panglima tertinggi Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Ebrahim Jabari.

“Selat itu ditutup. Jika ada yang mencoba melewatinya, para pahlawan Garda Revolusi dan angkatan laut reguler akan membakar kapal-kapal itu,” kata Jabari, dikutip Selasa (3/3/2026).

Ia juga mengancam akan menyerang jalur pipa minyak dan menghentikan seluruh distribusi energi dari kawasan tersebut.

“Kami juga akan menyerang jalur pipa minyak dan tidak akan membiarkan setetes pun minyak keluar dari wilayah ini. Harga minyak akan mencapai US$200 dalam beberapa hari mendatang,” tegasnya, seperti dalam kantor berita Tasnim.

“Amerika Serikat, dengan utang miliaran dolar, bergantung pada minyak di kawasan ini, tetapi mereka harus tahu bahwa bahkan setetes minyak pun tidak akan sampai kepada mereka,” tambah Jabari.

Jalur Vital 20 Persen Pasokan Minyak Dunia

Selat Hormuz merupakan jalur transit energi paling strategis di dunia. Sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati perairan sempit yang memisahkan Iran dan Oman tersebut.

Data Administrasi Informasi Energi AS menyebut sekitar 21 juta barel minyak per hari melintas di jalur ini. Gangguan di kawasan itu berpotensi mengguncang pasar global dan mendorong lonjakan harga minyak mentah.

Sejak perang pecah, harga energi sudah merangkak naik. Penutupan harga minyak mentah Brent terakhir di kisaran US$80 per barel. JPMorgan sebelumnya memperkirakan gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz dapat mendorong harga di atas US$120, bahkan mencapai US$150 jika fasilitas produksi utama terdampak.

Iran Balas Serangan AS-Israel

Penutupan Selat Hormuz terjadi setelah serangan gabungan AS-Israel ke Iran. Operasi tersebut memicu balasan Teheran berupa serangan rudal ke Israel dan sejumlah negara Teluk yang menjadi basis militer AS, seperti Qatar, Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.

Kelompok Hizbullah di Lebanon juga menyatakan akan membela Iran dan membalas kematian Khamenei.

Ancaman blokade Selat Hormuz kini menjadi tantangan serius bagi stabilitas energi global. Jika Iran benar-benar menghentikan arus minyak, pasar dunia berpotensi menghadapi guncangan besar dalam waktu singkat.

(Redaksi)

Back to top button