Pasien Sembuh Covid-19 di Samarinda Wajib Lakukan Karantina 14 Hari di Rumah, Ismed: Pasien Sembuh Masih Mungkin Tertular

DIKSI.CO, SAMARINDA– Pasien positif Covid-19 pertama di Kaltim, dengan kode pasien SMR 1, telah dinyatakan semubuh pada Rabu (15/4/2020).

Pasien berjenis kelamin perempuan ini berusia 37 tahun, telah dirawat di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, pada 14 Maret lalu.

Ismed Kusasih, plt kepala Dinas Kesehatan Samarinda, menyebut sesuai protokol Covid-19, pasien akan dinyatakan sembuh bila dua kali hasil uji swab negatif. Pasien dari Klaster Bogor (kegiatan bisnis tanpa riba) ini diketahui telah dua kali negatif, dari hasil swab di lab BBLK Surabaya.

“Ya, protokol SOP Covid-19, kalau sudah dua kali swab negatif, berarti pasien sudab sembuh,” kata Ismed, dikonfirmasi Kamis (16/4/2020).

Ismed menjelaskan SMR 1 sudah dipersilakan untuk pulang ke rumahnya. Meski sudah pulang, SMR 1 wajib menjalankan protokol karantina mandiri selama 14 hari di rumah.

“Tetap karantina 14 hari di rumah,” sambungnya.

Karantina ini menurut Ismed, dilakukan untuk masa pemulihan pasien dari penyakit, kaitannya adalah untuk mengembalikan sistem imun pasien.

Ismed meyakini pasien yang sudah menjalani dua kali swab dengan hasil negatif, tidak akan menularkan virus corona ke orang lain. Hanya saja, pasien sembuh tersebut diyakini masih mungkin kembali tertular Covid-19.

“Dia tidak menularkan Covid 19, tapi dia masih bisa tertular oleh penderita Covid-19, dari orang lain yang positif, terlebih penderita Covid yang asimptomatik (tidak bergejala),” tegasnya.

Kenapa bisa begitu, mungkinkah pasien sembuh Covid-19, masih bisa tertular virus mematikan asal Wuhan, Tiongkok tersebut.

Dikutip dari Tempo.co, Akademisi dan Praktisi Klinis, Ari Fahrial Syam mengatakan siapapun bisa menderita Covid-19, termasuk mereka yang sudah pernah mengalaminya. Hal ini didasari oleh belum terbuktinya pembuatan antibodi usai terjangkit virus corona.

“Ini yang perlu masyarakat pahami. Ketika kita sakit, tubuh akan merangsang sistem imunitas untuk membuat zat kekebalan tubuh atau antibodi agar kebal dari penyakit serupa. Tapi untuk corona, belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa bisa tercipta antibodi sehingga tidak kena lagi,” katanya.

Selain karena antibodi yang belum terbukti terbentuk, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut juga mengatakan bahwa pola hidup bisa menjadi faktor penyebab terjangkit corona untuk kedua kalinya. Sebab hal tersebut berkaitan erat dengan imunitas tubuh dalam menangkal Covid-19.

“Virus corona hanya bisa dicegah kalau kita memiliki imunitas tubuh yang baik. Artinya kalau tidak menjaga diri dengan istirahat cukup, makanan yang bergizi, mencuci tangan dengan air dan sabun atau melakukan kebiasaan buruk lainnya juga bisa meningkatkan risiko tertular kembali,” katanya.

Ari mengimbau agar masyarakat yang sudah dinyatakan sembuh dari corona tidak bersikap bebas dan semaunya. Melainkan, memperhatikan kesehatan tetap penting. “Jangan kembali lagi dengan kebiasaan yang membuat kita sakit. Tapi lakukan yang membuat kekebalan tubuh semakin kuat,” tegasnya. (tim redaksi Diksi)

Artikel ini dikutip sebagian dari Tempo.co, dengan judul “Waspada, Ini Sebab Pasien Sembuh Virus Corona Terjangkit Lagi” https://gaya.tempo.co/read/1328003/waspada-ini-sebab-pasien-sembuh-virus-corona-terjangkit-lagi 

Saefuddin Zuhri/Diksi.co

Daniel

Diksi.co adalah portal berita terdepan di Samarinda dan Kalimantan Timur yang menyajikan informasi terkini seputar politik, hukum, dan pemerintahan. Kami berkomitmen menghadirkan berita yang tajam, kritis, dan terpercaya. Tim redaksi kami terdiri dari jurnalis profesional yang siap mengawal isu-isu strategis, mulai dari anggaran daerah (APBD) hingga perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), demi transparansi publik
Back to top button