Polisi Selidiki Pendakian Ilegal Gunung Dukono Usai Tiga Pendaki Tewas

DIKSI.CO – Polisi mulai menyelidiki dugaan kelalaian dalam insiden erupsi Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Maluku Utara, yang menewaskan tiga pendaki. Aparat menemukan fakta bahwa rombongan pendaki dugaan naik secara ilegal saat status gunung berada pada level II atau waspada.

Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu mengatakan Gunung Dukono sebenarnya sudah ada penutupan untuk aktivitas pendakian sejak 17 April 2026 karena aktivitas vulkanik meningkat.

“Kalau orang ngumpet-ngumpet naik gimana, apa kita bisa lihat juga,” katanya, Minggu (10/5).

Polisi Periksa Guide dan Porter Gunung Dukono

Polisi kini memeriksa enam orang saksi untuk mendalami insiden tersebut. Seluruh saksi merupakan guide dan porter yang ikut mendampingi rombongan pendaki.

“Yang diperiksa 6 orang, guide-nya sama porter,” ujar Erlichson.

Menurutnya, rombongan tetap melakukan pendakian meski pemerintah sudah melarang aktivitas di kawasan Gunung Dukono.

“Kan bisa dinilai sendiri. Inikan dilarang pendakian, pasti kan lalai. Karena statusnya level 2, waspada,” tegasnya.

Insiden tersebut menyebabkan tiga pendaki meninggal dunia dan 17 lainnya selamat meski beberapa mengalami luka-luka.

Tim SAR Temukan Dua Pendaki Singapura Tewas

Dua korban terakhir yang bernama Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27), warga negara Singapura.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan tim SAR sempat memprioritaskan evakuasi korban pertama karena cuaca memburuk dan aktivitas vulkanik masih tinggi.

“Selain kondisi cuaca yang mulai gelap menjelang sore, aktivitas vulkanik Gunung Dukono juga masih terpantau tinggi,” ujarnya.

Tim SAR kemudian melanjutkan pencarian pada Minggu pagi dan menemukan kedua korban tidak jauh dari lokasi penemuan korban pertama.

Petugas langsung mengevakuasi seluruh jenazah menuju pos penanganan darurat sebelum membawa korban ke RSUD Tobelo untuk proses identifikasi.

Evakuasi Korban Terkendala Material Vulkanik

Abdul Muhari menjelaskan proses evakuasi berjalan cukup berat karena material vulkanik menimbun tubuh korban dengan ketebalan yang cukup dalam.

Selain itu, erupsi Gunung Dukono masih berlangsung secara fluktuatif selama operasi pencarian berlangsung.

“Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR erupsi Gunung Dukono secara resmi dinyatakan ditutup,” katanya.

Daftar 20 Pendaki Korban Erupsi Gunung Dukono

Berikut daftar lengkap pendaki yang menjadi korban erupsi Gunung Dukono berdasarkan data Polres Halmahera Utara:

Pendaki Selamat Asal Indonesia

  1. Hairuddin (Porter, 26 tahun)
  2. Battiar Bahdar (Porter, 24 tahun)
  3. Yusrin Latif (Porter, 23 tahun)
  4. Ahmad Asmar (Porter, 22 tahun)
  5. Sahrul Asim (Porter, 26 tahun)
  6. Jailan Ayub (Penanggung Jawab, 45 tahun)
  7. Reza Selang (Penanggung Jawab, 35 tahun)
  8. Riska Miska Isbar (Tamu, 29 tahun)
  9. Fiki Nafila (Tamu, 27 tahun)
  10. Sudin Juanga (Guide, 45 tahun)

Pendaki Selamat Asal Singapura

  1. Phoebe Low Pei Qi (33 tahun)
  2. Toh Yu Ming Eugene (30 tahun)
  3. Ong Shilin Selene (37 tahun)
  4. Iris (31 tahun)
  5. Venessa Lee (30 tahun)
  6. Geraldine Lee (30 tahun)
  7. Shan De (28 tahun)

Korban Meninggal Dunia

  1. Heng Wen Qiang Timothy (Warga Singapura, 30 tahun)
  2. Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (Warga Singapura, 27 tahun)
  3. Enjel (Warga Jayapura)

Operasi SAR Gunung Dukono Resmi Tutup

Tim SAR memastikan seluruh korban sudah ditemukan. Setelah proses evakuasi selesai, BNPB resmi menutup operasi pencarian korban erupsi.

Petugas kini fokus pada penanganan korban selamat dan proses penyelidikan terkait dugaan kelalaian pendakian ilegal di kawasan gunung api tersebut.

(Redaksi)

Back to top button