DPRD Samarinda Soroti Maraknya Pencurian Infrastruktur, Jalan Gelap Ancam Keselamatan Warga

DIKSI.CO – Maraknya pencurian aset publik di sejumlah ruas jalan utama membuat kota kembali diselimuti kegelapan saat malam. DPRD Samarinda menilai kondisi ini menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap infrastruktur vital.

Sejumlah titik seperti Jalan Letjen Soeprapto, Jalan dr Soetomo, hingga Jalan Pahlawan kerap gelap pada malam hari. Minimnya penerangan meningkatkan risiko kecelakaan sekaligus membuka peluang tindak kriminal.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menilai kondisi ini bukan kejadian baru. Ia melihat pola berulang yang menandakan sistem pengawasan belum berjalan optimal.

“Ini bukan kejadian pertama. Fasilitas publik terus jadi sasaran, dan masyarakat yang paling dirugikan,” tegas Deni, Jumat (1/5/2026).

Pencurian Aset Terjadi Berulang

Deni mengungkapkan, kasus kehilangan aset daerah tidak hanya terjadi pada kabel penerangan jalan umum (PJU). Ia menyebut sejumlah kejadian lain juga pernah terjadi di Samarinda.

Beberapa di antaranya meliputi hilangnya penutup drainase, baut konstruksi di bawah jembatan, hingga kabel optik di Jembatan Mahkota II. Insiden tersebut bahkan sempat memadamkan lampu dekoratif di kawasan itu.

Menurutnya, kejadian berulang ini menunjukkan pembangunan belum diikuti sistem pengamanan yang kuat.

Pengawasan Dinilai Masih Lemah

Deni menilai pemerintah terlalu fokus pada pembangunan fisik. Ia menegaskan perlindungan aset setelah proyek selesai masih sering terabaikan.

“Kalau hanya membangun tanpa menjaga, infrastruktur kita jadi mudah diambil. Ini harus jadi perhatian serius,” ujarnya.

Ia menambahkan, lemahnya kontrol membuat pelaku leluasa melakukan pencurian tanpa efek jera.

DPRD Dorong Pengawasan Sistematis

DPRD meminta pemerintah mengubah pendekatan dalam pengelolaan fasilitas publik. Pengawasan harus dilakukan secara rutin dan terstruktur, bukan sekadar reaktif setelah kejadian.

Deni mengusulkan inspeksi berkala minimal setiap bulan. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kondisi infrastruktur tetap aman dan berfungsi.

Selain itu, ia mendorong penguatan patroli lintas instansi. Dinas Perhubungan diminta aktif mengawasi PJU di lapangan. Sementara Dinas PUPR harus memastikan keamanan konstruksi.

Perlu Sinergi Antarinstansi

Deni juga menekankan pentingnya keterlibatan Satpol PP dalam pengamanan aset daerah. Menurutnya, sinergi antarinstansi menjadi kunci untuk mencegah kejadian serupa.

“Kalau tidak ada kontrol yang jelas, kasus seperti ini akan terus terulang. Ini bukan hanya soal kabel, tapi soal kehadiran negara dalam melindungi fasilitas publik,” pungkasnya.

(ADV)

Back to top button