Andi Harun Minta Kritik Berbasis Fakta, Bukan Opini Keliru dari Media Sosial

DIKSI.CO – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial, terutama yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah daerah. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang tidak berbasis fakta.

Wali Kota Ingatkan Bahaya Opini Tanpa Data

Menurut Andi Harun, belakangan ini muncul berbagai informasi di media sosial yang dinilai tidak utuh dan cenderung diarahkan untuk membentuk opini negatif terhadap pemerintah. Ia menilai, sebagian narasi tersebut tidak disusun berdasarkan data yang valid.

“Kritik itu boleh, bahkan kami butuh. Tapi jangan membangun opini dari informasi yang tidak lengkap atau tidak benar,” ujarnya.

Ia juga menyayangkan adanya pihak-pihak yang secara terus-menerus menggiring isu tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap stabilitas sosial.

“Saya mohon kepada yang suka goreng isu, sadarlah, tobatlah. Cuma sebahagian menggiring isu yang tidak apple to apple,” tambahnya.

Isu Balai Kota Dinilai Tidak Sesuai Fakta

Andi Harun turut menanggapi isu yang berkembang terkait kegiatan di Balai Kota Samarinda. Ia menilai, narasi yang beredar tidak mencerminkan kondisi sebenarnya dan cenderung menyesatkan publik.

“Tapi kalau dalam rangka keterbukaan informasi publik, dalam rangka kebutuhan informasi terhadap publik, soal kegiatan di Balai Kota itu yang digoreng isunya terakhir, itu lagi-lagi tidak apple to apple,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa informasi yang menyebut pembangunan dilakukan saat kebijakan efisiensi anggaran adalah tidak benar. Menurutnya, kegiatan tersebut telah berlangsung sebelum masa efisiensi diberlakukan.

“Narasinya juga sudah keliru. Bahkan cenderung sesat. Kenapa? Itu tidak dilaksanakan di masa efesiensi,” tegasnya.

Dampak Informasi Tidak Akurat Picu Keresahan

Lebih lanjut, Andi Harun menyebut informasi yang tidak akurat dapat membentuk persepsi keliru di masyarakat. Ia mengaku mencermati adanya akun-akun media sosial yang secara rutin menyebarkan isu yang memicu kegaduhan.

“Itu saja sudah mengandung kebohongan. Tapi memang saya mencermati ada beberapa akun medsos yang tiap saat membuat kegaduhan,” katanya.

Ia pun mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam menerima informasi, serta tidak langsung mempercayai semua konten yang beredar, terutama dari sumber yang tidak jelas kredibilitasnya.

“Medsos-medsos tertentu itu saya tidak usah sebut namanya, tapi sekarang masyarakat sedang mencermati akun-akun itu. Jangan-jangan di balik itu memang ada niatnya untuk membuat kegaduhan,” ujarnya.

Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Konstruktif

Andi Harun menegaskan bahwa Pemerintah Kota Samarinda tetap membuka ruang kritik seluas-luasnya bagi masyarakat. Namun, kritik yang disampaikan diharapkan bersifat konstruktif dan didasarkan pada fakta.

“Kalau kepentingannya untuk kepentingan rakyat banyak, kita sangat hargai dan apresiasi karena masyarakat berhak untuk tahu atas semua kebijakan dan keputusan pemerintah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, penyebaran isu yang tidak berdasar secara terus-menerus justru dapat merusak kualitas diskursus publik dan menimbulkan keresahan.

“Tapi kalau didesain untuk menggoreng sesuatu agar tiap saat, tiap minggu muncul isu yang membuat keresahan, saya kira patut masyarakat untuk mencermati akun-akun itu,” lanjutnya.

Ajakan Bijak Bermedia Sosial

Di akhir pernyataannya, Andi Harun mengajak masyarakat untuk tetap kritis terhadap kebijakan pemerintah, namun juga cerdas dalam memilah informasi yang beredar di ruang digital.

“Saya mohon juga kepada masyarakat, jadi dua sisi ya, kritisi terus pemerintah, tapi tolong juga menggunakan di saat yang bersamaan analisisnya terhadap medsos-medsos tertentu itu. Jangan sampai memang medsos-medsos ini berniat untuk membuat kekacauan, kegaduhan,” pungkasnya.

(Redaksi)

Back to top button