Derita Warga Selili Terdampak Longsor di Tengah Wabah Covid-19, BPBD: Kami Usahakan Beri Bantuan

DIKSI.CO, SAMARINDA– Gempuran wabah pandemi Covid-19 sudah cukup merepotkan untuk sebagian warga di Kota Tepian, pasalnya kesulitan tersebut juga semakin dirasakan bagi seorang warga Gang 7, RT 5, Kelurahan Selili, Samarinda Ilir, bernama Syahranie (42) lantaran kediamannya kembali diterpa tanah longsor.

Memang dalam beberap waktu belakang, kondisi cuaca di Samarinda cukup ekstrem. Yakni dengan adanya hujan secara tiba-tiba yang disertai angin kencang. Peristiwa tersebut menimpa kediaman Syahranie pada Kamis (2/4/2020). Hingga saat ini, ia beserta keluarga masih kebingungan mengatasinya.

“Kejadiannya itu kemarin sore, orang-orang di rumah ada dengar suara retakan dari belakang. Pas itu, semuanya langsung lari ke bawah,” ujarnya saat dijumpai, Jumat (3/4/2020) siang .

Dinding dapur yang berada di belakang rumah Syahranie pun ambruk saat kejadian tersebut. Medio Januari lalu, longsor juga sempat menimpa bagian belakang rumahnya, namun tak separah seperti saat ini.

Setiap rinai hujan turun, keluarga Syahranie pun memang selalu cemas, terlebih hujan dalam intensitas deras dengan durasi yang panjang semakin menambah kekhawatiran mereka.

“Masalahnya rumah kami sering longsor. Mau pindah juga ke mana, rumah kami cuma ini saja,” keluhnya.

Beruntung, 11 jiwa yang berada di rumah dua lantai itu telah bersiap dan berada di bagian depan rumah. Kini, 11 jiwa yang terdiri dari empat kepala keluarga itu, harus tidur di pelataran rumah atau menginap di tempat sanak sodara mereka untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan tentunya.

“Harapannya sih pemerintah bisa buatkan turap lah di daerah sini,” harapnya.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Samarinda Ifran menuturkan, kalau pasca peristiwa tersebut jajarannya telah melakukan pendataan awal penanganan.

Sedangkan untuk bantuan langsung, kata Ifran, saat ini jajarannya belum bisa memastikan kapan, lantaran pemerintah juga sedang fokus ke wabah Covid-19.

“Kami bicarakan dulu nantinya. Kami tidak berani janji, tapi kami tetap upayakan membantu,” imbuhnya.

Wilayah Selili, lanjutnya lagi, memang sudah menjadi langganan musibah longsor. Daerah tersebut juga sudah diberi label zona merah wilayah longsor. Peringatan bahaya longsor juga sudah kerap disuarakan di wilayah tersebut.

“Semoga saja pembahasan longsor ini bisa memberikan sedikit bantuan ke depannya,” pungkasnya. (tim redaksi Diksi)

Saefuddin Zuhri/Diksi.co

Daniel

Diksi.co adalah portal berita terdepan di Samarinda dan Kalimantan Timur yang menyajikan informasi terkini seputar politik, hukum, dan pemerintahan. Kami berkomitmen menghadirkan berita yang tajam, kritis, dan terpercaya. Tim redaksi kami terdiri dari jurnalis profesional yang siap mengawal isu-isu strategis, mulai dari anggaran daerah (APBD) hingga perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), demi transparansi publik
Back to top button