Penutupan MTQ ke-28 Sungai Kunjang, Wawali Samarinda Soroti Peran Al-Qur’an dalam Pembinaan Umat

DIKSI.CO – Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menutup Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXVIII tingkat Kecamatan Sungai Kunjang, Jumat (17/4/2026). Ia menegaskan bahwa MTQ harus mendorong pembinaan generasi Qurani, bukan sekadar ajang lomba.

MTQ ke-28 Jadi Sarana Pembinaan Umat

Saefuddin Zuhri menilai MTQ ke-28 memiliki peran strategis dalam pendidikan umat. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini harus memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“MTQ bukan sekadar lomba, tetapi wahana pembinaan. Membaca Al-Qur’an harus melahirkan pemahaman, pemahaman menumbuhkan penghayatan, dan penghayatan harus diwujudkan dalam pengamalan,” ujarnya.

Ia mengajak peserta untuk tidak berhenti pada kemampuan membaca. Ia ingin nilai Al-Qur’an hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Dorong Generasi Muda Berakhlak Kuat

Pemerintah Kota Samarinda terus mendorong lahirnya generasi religius dan berakhlak. Saefuddin menyebut Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam membentuk karakter.

“Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan sosial, generasi muda membutuhkan pijakan yang kuat, yaitu iman, ilmu, dan akhlak yang dibimbing oleh Al-Qur’an,” jelasnya.

Ia menilai nilai seperti kejujuran, disiplin, dan kepedulian sosial harus tertanam sejak dini.

MTQ ke-28 Jadi Investasi Jangka Panjang

Saefuddin menegaskan MTQ merupakan investasi sosial dan spiritual. Ia berharap ajang ini melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas.

Ia juga mengajak orang tua untuk aktif mendampingi anak belajar Al-Qur’an. Menurutnya, keluarga memegang peran penting dalam pendidikan karakter.

Apresiasi untuk Pengajar Al-Qur’an

Saefuddin memberikan apresiasi kepada guru ngaji, ustaz, ustazah, dan pembina TPA. Ia menilai mereka berperan besar dalam membangun fondasi keimanan.

“Pengabdian ini mungkin tidak selalu terlihat hasilnya hari ini, tetapi akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan menjadi fondasi masa depan umat,” katanya.

Tantangan Zaman Perlu Sikap Bijak

Ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks. Karena itu, generasi muda harus memiliki kekuatan moral dan intelektual.

Ia berharap nilai Al-Qur’an hadir di rumah, sekolah, dan masyarakat. Ia ingin Samarinda menjadi kota yang religius dan berkeadaban.

“Semoga nilai-nilai Al-Qur’an terus hidup di rumah, sekolah, hingga masyarakat, dan menjadikan Samarinda sebagai kota yang penuh keberkahan,” tuturnya.

Resmi Penutupan MTQ ke-28 Sungai Kunjang

Saefuddin menutup kegiatan secara resmi di akhir acara. Ia berharap MTQ terus memberi manfaat bagi masyarakat.

“Dengan mengucapkan Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, MTQ ke-28 Kecamatan Sungai Kunjang Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan ditutup,” pungkasnya.

(Redaksi)

Back to top button