Prabowo Sebut Pemerintah Telah Tuntaskan Lebih dari 108 Persoalan dalam 18 Bulan

DIKSI.CO – Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah telah menyelesaikan lebih dari 108 persoalan strategis dalam kurun sekitar 18 bulan masa pemerintahannya. Capaian tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi dalam sidang kabinet paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Sidang kabinet dihadiri para menteri dan kepala lembaga sebagai bagian dari evaluasi kinerja menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam arahannya, Prabowo mengatakan pemerintah telah bekerja keras menghadapi berbagai tantangan yang tidak ringan.
“Mungkin hitungan kita terakhir lebih dari 108 masalah, 110 masalah yang kita selesaikan dalam satu tahun lebih, 18 bulan pemerintahan kita, ini prestasi yang bukan kecil, kita rendah hati, kita tidak mau menepuk dada, kita tidak mau dan kita tidak boleh besar kepala, tidak boleh sombong, itu watak bangsa kita,” kata Prabowo.
Meski menyebut capaian tersebut sebagai prestasi, Prabowo meminta seluruh jajaran Kabinet Merah Putih tetap bersikap rendah hati.
“Tapi kalau kita berprestasi kita akui bahwa kita berprestasi, tidak ada bangsa lain yang menghormati kita kalau kita tidak menghargai bangsa kita sendiri,” ujarnya.
Sidang Kabinet Jadi Momentum Evaluasi Kinerja
Prabowo menjelaskan sidang kabinet paripurna sengaja digelar menjelang penyampaian pidato kenegaraan sebagai bahan evaluasi atas pelaksanaan program pemerintah selama hampir dua tahun.
“Hari ini saya sengaja melaksanakan sidang kabinet paripurna pertengahan tahun 2026 menjelang 17 Agustus 2026, di mana sudah secara tradisi presiden RI menyampaikan sambutan beberapa hari sebelum 17 Agustus untuk menyampaikan kepada seluruh bangsa dan negara apa yang sudah dikerjakan selama 1 tahun kerja. Ini juga adalah kurang 3 bulan kita menjalankan mandat dari rakyat tahap tahun kedua tanpa terasa waktu berjalan sangat cepat,” katanya.
Ia menilai tingginya intensitas pekerjaan membuat pemerintah terkadang tidak menyadari banyaknya capaian yang telah diraih.
“Saudara-saudara, tentunya kita laksanakan kabinet paripurna ini untuk kita evaluasi apa yang sudah kita kerjakan. Saya, kita, tidak hanya saudara-saudara, tapi saya sendiri, menjelang 2 tahun kita sudah sangat bekerja dengan sangat keras, dan sangat padat,” ujarnya.
Meski demikian, Prabowo mengakui masih banyak persoalan yang harus diselesaikan.
“Kadang dengan kita bekerja keras, dengan kita bekerja sangat padat, kita sendiri tidak terlalu menyadari berapa banyak yang telah kita capai dalam 2 tahun pertama kita, karena kita menghadapi masalah besar, kita menghadapi dunia yang penuh pergolakan,” katanya.
Evaluasi Pemerintahan Prabowo 2026: Minta Kabinet Tidak Takut Menghadapi Persoalan
Dalam kesempatan itu, Prabowo mengingatkan seluruh menteri agar tidak gentar menghadapi berbagai tantangan yang masih dihadapi bangsa.
“Kita diberi mandat oleh rakyat untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah, jadi kita tidak boleh takut dengan masalah, kita tidak boleh takut dengan kesulitan, kita tidak boleh takut dengan kekurangan. Kita paham seluruh bangsa paham, bahwa gaji guru-guru kita kurang, kita paham bahwa lapangan kerja kita kurang, kita paham masih banyak kemiskinan ekstrem,” ujarnya.
Ia mengungkapkan pemerintah menemukan sejumlah persoalan yang sebelumnya tidak diperkirakan, termasuk kebocoran kekayaan negara melalui berbagai praktik perdagangan ilegal.
“Saya sendiri tidak menduga, sesungguhnya beberapa masalah sangat di luar perkiraan kita. Terjadi suatu distorsi terhadap perekonomian kita, telah terjadi mengalir keluar kekayaan kita secara signifikan, ribuan triliun, ratusan miliar dolar tiap tahun, dengan praktik-praktik under invoicing, pemalsuan laporan perdagangan, praktik-praktik penyeludupan, hal-hal yang tidak masuk akal dan tidak adil bagi bangsa kita,” katanya.
Menurut Prabowo, temuan tersebut juga didukung data dari berbagai lembaga internasional.
“Ini bukan data kita, ini data lembaga internasional, ini data dari PBB, tapi seluruh bangsa sudah merasakan, semua pelaku ekonomi sudah mengerti di dalam negeri dan luar negeri,” ujarnya.
Evaluasi Pemerintahan Prabowo 2026: Presiden Soroti Pentingnya Program MBG
Selain mengevaluasi kinerja kabinet, Prabowo juga kembali menegaskan pentingnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.
“Setiap perekonomian itu pasti diukur dan kita punya ukuran, kita bertanya apakah bangsa itu bisa memberi pangan, memberi makan untuk rakyatnya, itu yang jadi ukuran. Untuk apa kita punya NKRI kalau kita tidak bisa memberikan dasar dari sebuah peradaban, yang paling dasar adalah memberi makan, pangan,” kata Prabowo.
Ia mengaku heran masih ada pihak yang mempertanyakan program tersebut.
“Kalau ada orang-orang pintar bahwa ada yang lebih penting dari perut yang lapar ya saya persilakan Saudara-saudara. Yang saya tahu dari sejarah ribuan tahun peradaban manusia tidak ada masyarakat yang bertahan tanpa pangan, punah, peradaban punah kalau tidak makan,” tegasnya.
(Redaksi)