10 Hari Beroperasi, Asrama BPSDM Rawat 18 Pasien Covid-19 Tanpa Gejala, Ini Rutinitasnya

DIKSI.CO, SAMARINDA – Sejak 2 November 2020 lalu, Asrama BPSDM Kaltim diubah menjadi rumah karantina pasien Covid-19 di Samarinda.

100 kamar di tiga asrama difungsikan sebagai layanan isolasi bagi pasien Covid-19 yang tidak memiliki gejala medis.

10 hari telah beroperasi, hingga saat ini ramah karantina telah merawat 27 pasien, 9 pasien di antaranya telah dinyatakan sembuh.

Hal tersebut seperti yang diungkap dr Padilah Mante Runa, Kepala Dinas Kesehatan Kaltim.

“Data pasien dirawat di rumah karantina hari ini 18 orang. 9 orang sudah dinyatakan sembuh, dan boleh pulang,” kata dr Padilah, Kamis (12/11/2020).

Sesuai peraturan Kemanterian Kesehatan RI, bagi pasien terkonfirmasi positif tidak meiliki gejala medis, hanya mendapat perawatan berupa isolasi mandiri maupun di tempat isolasi pemerintah selama 10 hari.

dr Padilah mengungkap selama manjalani perawatan di rumah karantina, pasien juga mengikuti beberapa rutinitas, seperti senam untuk pagi dan sore.

Pasien juga dapat melakukan olahraga sesuai hobi pada sore harinya di lingkungan rumah karantina.

Selain senam dan olahraga, pasien juga diberikan eduksi dan pendidikan selama isolasi.

“Pasien ada jadwal senam, diberikan juga  edukasi dan pendidikan bagi pasien. Untuk perawat dan dokter berjaga 24 jam di sana,” jelasnya.

Untuk suplai obat, Kadinkes Kaltim menegaskan baik obat dan vitamin telah disiapkan tanpa kendala.

Tidak hanya kepada pasien, obat dan vitamin juga diberikan kepada tenaga kesehatan yang berjaga di rumah karantina.

“Suplai obat kami siap siapkan, untuk kebutuhan pasien dan nakes,” pungkasnya. (tim redaksi Diksi)

Daniel

Diksi.co adalah portal berita terdepan di Samarinda dan Kalimantan Timur yang menyajikan informasi terkini seputar politik, hukum, dan pemerintahan. Kami berkomitmen menghadirkan berita yang tajam, kritis, dan terpercaya. Tim redaksi kami terdiri dari jurnalis profesional yang siap mengawal isu-isu strategis, mulai dari anggaran daerah (APBD) hingga perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), demi transparansi publik
Back to top button