Fasilitas Isolasi Terbatas Untuk Covid-19, Dinkes Kaltim Dorong Rumah Sakit Kembangkan Ruang Karantina

DIKSI.CO, SAMARINDA – Pasien konfirmasi positif Covid-19 di Kaltim, terus mengalami penambahan tiap harinya.

Per Sabtu (18/4/2020), terjadi penambahan 10 kasus konfirmasi positif Covid-19. Tidak hanya itu, untuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP), turut mengalami penambahan sebesar 23 kasus. Total PDP berjumlah 352 pasien. Sementara itu pasien PDP yang menjalani perawatan medis di rumah sakit rujukan di Kaltim, ada sebanyak 127 pasien.

Meski terus mengalami penambahan, fasilitas isolasi rumah sakit rujukan corona di Kaltim, disebut masih mampu merawat pasien karantina.

Andi Muhammad Ishak, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim menyampaikan, fasilitas rumah sakit yang sudah operasional untuk menghadapi wabah corona mencapai 174 tempat tidur. Sementara untuk rumah sakit rujukan, berjumlah 12 buah.

“Kapasitas isolasi dengan jumlah kasus yang ada, masih mencukupi seluruh pasien yang dirawat intensif. Sekarang sudah operasional berjumlah 174 tempat tidur, dari 12 RS rujukan di Kaltim,” kata Andi, Sabtu malam (18/4/2020).

Dinkes Kaltim telah mendorong pihak rumah sakit untuk melakukan pengembangan ruang isolasi dan penambahan tempat tidur. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kekurangan fasilitas kesehatan bila terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang tinggi di Kaltim.

“Sudah ada rencana untuk mengembangkan ruang isolasi, menbah ruangan, dan mengalih fungsikan ruangan. Total target fasilitas karantina menjadi 191 tempat tidur,” tegasnya.

Andi menyebut, pengembangan fasilitas karantina rumah rumah sakit ini telah berproses oleh pihak manajemen RS. Dinkes Kaltim membantu untuk beberapa perlengkapan penunjang yang dibutuhkan oleh ruang isolasi.

“Dinkes Kaltim akan membantu pemenuhan ekofilter dan beberapa alat yang dibutuhkan untuk ruang isolasi pasien,” pungkasnya.

Diketahui, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang, menjadi salah satu rumah sakit rujukan yang melakukan pengembangan ruang isolasi untuk penyakit menular.

Tidak tanggung-tanggung, RSUD Taman Husada langsung membangun sebuah gedung untuk penanganan penyakit menular, termasuk pasien corona virus disease (Covid-19) di Bontang. Biaya yang dikucurkan oleh untuk pembangunan ini sekitar Rp 3,1 miliar.

“Anggarannya Rp 2,9 sampai Rp 3,1 miliar,” kata Plt Direktur RSUD Bontang, dr. I Gusti Made Suardika, dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Ditargetkan ruang isolasi baru ini akan selesai dalam 2 minggu ke depan. Jumlah kamar yang akan dibuat ada sekitar 16 kamar, yang akan diisi dengan tempat tidur, kamar mandi dan menggunakan ventilator.

“Ada tempat tidur, ada kamar mandi, terus pakai ventilator,” tutupnya. (tim redaksi Diksi)

Daniel

Diksi.co adalah portal berita terdepan di Samarinda dan Kalimantan Timur yang menyajikan informasi terkini seputar politik, hukum, dan pemerintahan. Kami berkomitmen menghadirkan berita yang tajam, kritis, dan terpercaya. Tim redaksi kami terdiri dari jurnalis profesional yang siap mengawal isu-isu strategis, mulai dari anggaran daerah (APBD) hingga perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), demi transparansi publik
Back to top button