Media Israel Klaim Indonesia Jadi Negara Pertama Kirim Pasukan ke Gaza

DIKSI.CO – Media Israel melaporkan Indonesia berpotensi menjadi negara pertama yang mengirim Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) ke Jalur Gaza, Palestina. Laporan tersebut memicu perhatian internasional di tengah rencana pembentukan otoritas perdamaian baru untuk Gaza pascakonflik.
Media penyiaran publik Israel, KAN, menyebut pasukan Indonesia kemungkinan tiba di Gaza dalam beberapa pekan mendatang, seiring rencana pertemuan perdana Board of Peace (BoP) di Washington pada 19 Februari.
Laporan KAN: Indonesia Masuk Gelombang Awal ISF
KAN, sebagaimana kutipan Jerusalem Post, menyebut pengerahan pasukan Indonesia bertepatan dengan agenda Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan menggelar pertemuan pertama negara-negara anggota BoP.
Sebelumnya, pada November tahun lalu, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengesahkan resolusi usulan Amerika Serikat untuk membentuk BoP dan memberi mandat pembentukan ISF.
Melalui resolusi tersebut, BoP memperoleh kewenangan mengerahkan pasukan stabilisasi internasional di bawah komando badan tersebut.
Board of Peace: Mandat Kelola Gaza hingga 2027
BoP akan memegang mandat untuk memerintah Jalur Gaza hingga akhir 2027. Badan ini juga bertugas mengoordinasikan proses rekonstruksi wilayah Gaza pascakonflik.
Dalam laporan Jerusalem Post, Indonesia masuk dalam daftar negara yang akan berkontribusi pasukan ISF bersama Uni Emirat Arab, Italia, Azerbaijan, Pakistan, Qatar, Turki, dan sejumlah negara lain.
Tugas ISF Bukan Melucuti Hamas
KAN menegaskan pasukan ISF, termasuk dari Indonesia, tidak terjun untuk berkonfrontasi atau melucuti senjata Hamas. Pasukan ISF bertugas menjaga dan mengawasi gencatan senjata, serta berpotensi menangani persoalan keamanan di wilayah perbatasan.
Sebagai contoh, pasukan Indonesia disebut bisa ditempatkan untuk mengawasi garis perbatasan di Khan Yunis dan Rafah, wilayah Gaza bagian selatan.
Meski demikian, hingga kini belum ada negara yang secara resmi mengonfirmasi jadwal pasti pengiriman pasukan ke Gaza.
Kehadiran Prabowo di BoP Masih Jadi Bahan Pertimbangan
KAN melaporkan pasukan Indonesia kemungkinan mulai mendarat di Gaza setelah Presiden Prabowo Subianto menghadiri pertemuan perdana BoP di Washington pada 19 Februari mendatang.
Namun, hingga kini Presiden Prabowo belum mengonfirmasi kehadirannya. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl, menyatakan Indonesia telah menerima undangan pertemuan tersebut.
“Sebagaimana disampaikan oleh Bapak Mensesneg, Indonesia telah menerima undangan tersebut, dan masih dalam pertimbangan Bapak Presiden,” kata Nabyl Selasa (10/2).
Sementara itu, dilansir dari CNNIndonesia.com masih menunggu konfirmasi dari Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait terkait rencana pengiriman pasukan RI ke Gaza.
TNI AD Mulai Siapkan Personel
Terpisah, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan TNI AD mulai menyiapkan personel untuk rencana pengiriman pasukan Board of Peace ke wilayah konflik, termasuk Gaza.
Pernyataan tersebut Maruli sampaikan usai menghadiri Rapat Pimpinan TNI-Polri bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2).
Maruli menyebut proses koordinasi penugasan masih berjalan dan penentuan kebutuhan personel menunggu arahan resmi dari pihak pengoordinasi misi di Gaza.
“Itu kan masih terus berjalan. Kami menunggu hasil koordinasi dari yang mengoordinir di Gaza. Nanti ke Mabes TNI, lalu ke Mabes AD, membutuhkan personel yang berkarakter apa, nanti kami siapkan,” jelas Maruli.
Ia menambahkan jumlah personel yang disiapkan masih bersifat estimasi dan belum final.
“Bisa satu brigade, 5.000 sampai 8.000 personel mungkin. Tapi masih bernego semua, belum pasti,” ujar Maruli.
Hingga saat ini, belum ada kepastian waktu pengiriman pasukan ISF ke Jalur Gaza.
(Redaksi)
