Cara BJ Habibie Kembalikan Rupiah dari Rp 17.000 ke Rp 6.500 per Dollar AS

DIKSI.CO – Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah menyentuh level Rp 17.500 per dollar AS pada Selasa (12/5/2026).

Di tengah pelemahan tersebut, publik kembali mengingat langkah Presiden ke-3 RI B. J. Habibie yang pernah berhasil mengangkat rupiah dari level Rp 17.000 menjadi sekitar Rp 6.500 per dollar AS saat krisis Reformasi 1998.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melemah 115 poin atau 0,66 persen ke posisi Rp 17.529 per dollar AS. Angka itu menjadi level terlemah rupiah sepanjang sejarah atau all time low (ATL).

BJ Habibie Gunakan Pendekatan Aerodinamika

Meski dikenal sebagai ahli aeronautika, Habibie ternyata memiliki pendekatan tersendiri dalam menangani krisis ekonomi nasional.

Habibie menggambarkan kondisi rupiah saat krisis 1998 seperti pesawat yang mengalami stall atau kehilangan daya angkat. Dalam kondisi tersebut, pesawat berada dalam posisi berbahaya dan bisa jatuh apabila pilot tidak segera menstabilkan arah dan kecepatannya.

Menurut Habibie, langkah pertama yang harus dilakukan bukan langsung memacu pertumbuhan ekonomi, melainkan menstabilkan kondisi terlebih dahulu agar sistem keuangan tidak semakin jatuh.

Dalam dunia penerbangan, konsep itu dikenal sebagai aerodinamika, yakni menjaga keseimbangan sebelum meningkatkan kecepatan pesawat.

Habibie Restrukturisasi Perbankan Nasional

Melalui pendekatan tersebut, pemerintahan Habibie menjalankan restrukturisasi besar-besaran di sektor perbankan.

Pemerintah menggabungkan sejumlah bank menjadi institusi baru yang lebih kuat dari sisi modal dan pendanaan. Salah satu hasil merger tersebut melahirkan Bank Mandiri.

Langkah itu membantu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan nasional yang sempat runtuh akibat krisis moneter.

BJ Habibie Jadikan Bank Indonesia Independen

Selain restrukturisasi bank, Habibie juga mengambil keputusan penting dengan memisahkan Bank Indonesia dari pengaruh pemerintah.

Kebijakan tersebut membuat BI berubah menjadi lembaga independen yang tidak lagi berada di bawah tekanan kekuasaan seperti pada era Orde Baru.

Keputusan itu meningkatkan kepercayaan publik dan investor terhadap kebijakan moneter Indonesia.

Masuknya investor asing kemudian membantu memperkuat nilai tukar rupiah secara perlahan.

Rupiah Menguat Hingga Rp 6.500 per Dollar AS

Setelah menjalankan berbagai kebijakan tersebut, nilai tukar rupiah perlahan mengalami penguatan.

Rupiah akhirnya mampu menguat hingga berada di kisaran Rp 6.500 per dollar AS.

Tidak hanya kurs rupiah, kondisi ekonomi Indonesia juga mulai membaik. Pertumbuhan ekonomi yang sempat minus 13,33 persen pada 1998 berbalik menjadi positif 0,79 persen pada 1999.

Tingkat kemiskinan juga menurun dari 24,2 persen pada 1998 menjadi 23,4 persen pada 1999.

Melemah Lagi di 2026

Kini, pelemahan mata uang Indonesia tersebut kembali memicu perhatian publik setelah kurs dollar AS menembus level Rp 17.500.

Kondisi tersebut memunculkan perbandingan dengan masa krisis 1998 dan membuat banyak pihak kembali menyoroti strategi ekonomi yang pernah BJ Habibie jalankan dalam memulihkan kepercayaan pasar dan memperkuat rupiah.

(Redaksi)

Back to top button