AS dan Iran Dikabarkan Segera Capai Kesepakatan, Selat Hormuz Bakal Dibuka Kembali

DIKSI.CO – Pemerintah Amerika Serikat dan Iran semakin dekat menuju kesepakatan baru yang mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari. Kesepakatan itu juga membuka peluang kembali Selat Hormuz dan pelonggaran sanksi minyak terhadap Iran.

Media Axios melaporkan perkembangan tersebut dengan mengutip seorang pejabat AS pada Sabtu (23/5/2026). Presiden Donald Trump bersama para mediator mendorong pengumuman resmi pada Minggu (24/5/2026).

Meski begitu, negosiasi masih berlangsung dan kedua pihak belum mencapai keputusan final.

Iran Siap Buka Selat Hormuz dan Bersihkan Ranjau

Dalam draf nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MOU), Iran menyatakan kesiapan membuka Selat Hormuz tanpa biaya tol.

Teheran juga bersedia membersihkan ranjau yang sebelumnya dipasang di jalur pelayaran strategis tersebut. Langkah itu bertujuan memulihkan arus perdagangan dan pengiriman minyak dunia.

Sebagai balasan, pemerintah AS akan melonggarkan blokade terhadap pelabuhan Iran dan memberikan pengecualian sanksi agar Iran kembali menjual minyak secara bebas.

Pejabat AS menilai langkah itu bisa membantu ekonomi Iran sekaligus meredakan tekanan pasar energi global.

“Semakin cepat Iran membersihkan ranjau dan membuka jalur pelayaran, semakin cepat AS mencabut blokade,” ujar pejabat tersebut.

Trump Tekankan Konsesi Nyata dari Iran

Pemerintahan Trump tidak langsung mencabut seluruh sanksi terhadap Iran. Washington meminta Teheran terlebih dahulu menunjukkan langkah konkret dalam menjalankan kesepakatan.

Menurut pejabat AS, Presiden Trump memakai prinsip “ganti rugi atas kinerja” dalam proses negosiasi tersebut.

Iran sebelumnya meminta pencairan dana yang dibekukan dan penghapusan sanksi permanen. Namun AS baru akan membahas langkah itu setelah Iran memenuhi komitmennya.

Kesepakatan Bahas Konflik Israel dan Hizbullah

Draf kesepakatan juga menyentuh konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon. Pemerintah AS ingin menghentikan ketegangan di kawasan bersamaan dengan pembicaraan nuklir Iran.

Pejabat AS menegaskan Israel tetap bisa mengambil tindakan jika Hizbullah kembali mempersenjatai diri atau melancarkan serangan baru.

“Netanyahu memiliki kepentingan domestik, sementara Trump memikirkan kepentingan AS dan ekonomi global,” kata pejabat itu.

Iran Janjikan Tidak Kembangkan Senjata Nuklir

Iran juga menyampaikan komitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Selain itu, Teheran siap membahas penghentian pengayaan uranium dan pengurangan stok uranium yang memiliki tingkat pengayaan tinggi.

Dua sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut menyebut Iran sudah memberikan komitmen lisan melalui mediator kepada pihak AS.

Selama periode 60 hari, Washington dan Teheran akan melanjutkan pembahasan terkait pencabutan sanksi dan pencairan dana Iran.

AS Tetap Pertahankan Pasukan di Timur Tengah

Meski negosiasi menunjukkan perkembangan positif, pemerintah AS tetap mempertahankan pasukan militernya di Timur Tengah.

Washington baru akan menarik pasukan tersebut jika kedua negara berhasil mencapai kesepakatan akhir yang bisa diverifikasi pelaksanaannya.

Gedung Putih berharap seluruh perbedaan dapat selesai dalam waktu dekat sehingga pengumuman resmi bisa dilakukan pada Minggu.

(Redaksi)

Back to top button