Andi Harun Bantah Terlibat Aksi 215, Sebut Ada Upaya Adu Domba dengan Gubernur Kaltim

DIKSI.CO – Wali Kota Samarinda Andi Harun membantah keterlibatannya dalam aksi unjuk rasa bertajuk “Aksi Damai 215” yang berlangsung di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada Kamis (21/5/2026).
Andi Harun menilai narasi yang berkembang di media sosial sengaja untuk membenturkan Ia dengan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud.
“Saya sudah menonton sejumlah video terkait Aksi Damai 215. Ada konten yang mencoba membelokkan narasi. Itu jelas tidak bertanggung jawab dan tidak memenuhi kaidah jurnalistik profesional,” kata Andi Harun di Samarinda, Sabtu.
Andi Harun Soroti Video Viral Aksi 215 di Media Sosial
Pernyataan itu muncul setelah beredarnya potongan video di media sosial. Dalam video tersebut, salah satu peserta aksi terdengar meneriakkan nama Andi Harun.
Mantan legislator Kalimantan Timur itu menduga ada pihak tertentu yang sengaja menggiring opini publik melalui video pendek tersebut. Ia menilai seseorang dengan sadar mengarahkan pertanyaan kepada peserta aksi agar menyebut namanya.
“Kalau dicermati, sepertinya memang ada orang yang sengaja mengatur pertanyaan kepada peserta aksi mengenai nama saya,” ujarnya.
Menurut Andi Harun, respons dari peserta aksi terjadi secara spontan setelah adanya pertanyaan tersebut.
Wali Kota Samarinda Tegaskan Hubungan dengan Rudy Mas’ud Tetap Baik
Andi Harun menegaskan hubungan kerja dan komunikasi Ia dengan Rudy Mas’ud tetap berjalan harmonis. Ia memastikan tidak ada persoalan pribadi maupun politik dengan Gubernur Kalimantan Timur itu.
“Patut diduga ada pihak yang ingin mengadu domba saya dengan Pak Gubernur,” katanya.
Ia juga mengaku tidak memiliki kepentingan apa pun dari kegaduhan politik yang muncul setelah aksi tersebut.
“Saya tidak mendapatkan keuntungan apa pun dari kegaduhan itu,” tegasnya.
Andi Harun Minta Aspirasi Masyarakat Tidak Jadi Bahan Politisasi
Andi Harun meminta masyarakat tidak menggiring aksi penyampaian pendapat menjadi isu politik yang menyerang pihak tertentu. Ia menegaskan selama puluhan tahun berpolitik, Ia tidak pernah menggunakan cara-cara yang tidak fair.
“Jangan dibelokkan menjadi isu politik. Saya sudah 30 tahun di dunia politik dan tidak pernah menggunakan cara-cara yang tidak intelek,” ujarnya.
Meski begitu, Andi Harun tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Namun, ia mengingatkan penyampaian pendapat harus berlangsung tertib dan tidak mengganggu stabilitas daerah.
“Saya mengimbau penyampaian aspirasi tidak boleh mengganggu persatuan dan suasana kondusif daerah. Stabilitas daerah menjadi pondasi utama jalannya pemerintahan,” katanya.
Andi Harun Imbau Masyarakat Bijak Menyaring Informasi
Di tengah derasnya arus informasi digital, Andi Harun meminta masyarakat lebih bijak dalam menyaring informasi di media sosial. Ia juga mengingatkan publik agar tidak mudah percaya pada potongan video yang belum tentu utuh sesuai fakta.
“Konten-konten yang mencoba membelokkan narasi itu mengada-ada dan tidak bertanggung jawab,” tambahnya.
(Redaksi)
