GOR Sempaja dan Stadion Palaran Ditutup Tiap Akhir Pekan, Warga Diminta Olahraga di Rumah

DIKSI.CO, SAMARINDA – UPTD Pengelola Prasarana Olahraga (PPO) menutup sementara fasilitas olahraga Kompleks GOR Madya Sempaja dan Stadion Utama Palaran, setiap akhir pekan.

Penutupan dua fasilitas olahraga yang kerap digunakan warga di akhir pekan ini, menjadi tindak lanjut Instruksi Gubernur Kaltim, terkait lockdown Sabtu dan Minggu.

Agus Tianur, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim, menyebut penutupan ini sebagai upaya mendukung jalannya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), serta mencermati tingginya penularan Covid-19 di Kaltim dalam beberapa waktu terakhir.

“Penutupan kompleks Stadion Utama Palaran dan GOR Madya Sempaja, selama dua hari setiap akhir pekan dimulai Sabtu (6/2/2021), dan untuk hari lainnya tetap dibuka dengan waktu-waktu yang telah ditentukan,” kata Agus Tianur, Sabtu (6/2/2021) kemarin.

Tidak hanya pada Sabtu dan Minggu (6-7 Februari 2021), penutupan fasilitas olahraga milik provinsi ini, akan berlaku seterusnya atau tiap akhir pekan, selama Instrukai Gubernur masih berlaku.

Tidak hanya warga yang tidak dapat berolahraga di akhir pekan. Bahkan, atlet yang tengah persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) terpaksa menghentikan persiapannya.

“Pelatih pasti telah memiliki alternatif program latihan agar atletnya dapat terjaga kondisinya dan persiapan dapat maksimal,” jelasnya.

“Memang harus ada penyesuaian. Namun kita harus memahami bahwa Instruksi Gubernur  untuk kebaikan masyarakat,” tegasnya.

Lantaran dua pusat olahraga ini ditutup tiap akhir pekan, warga pun diminta untuk tetap berolahraga, di lingkungan rumah masing-masing. (tim redaksi Diksi)

Daniel

Diksi.co adalah portal berita terdepan di Samarinda dan Kalimantan Timur yang menyajikan informasi terkini seputar politik, hukum, dan pemerintahan. Kami berkomitmen menghadirkan berita yang tajam, kritis, dan terpercaya. Tim redaksi kami terdiri dari jurnalis profesional yang siap mengawal isu-isu strategis, mulai dari anggaran daerah (APBD) hingga perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), demi transparansi publik

Tinggalkan Balasan

Back to top button