DPRD Samarinda Dorong Investor Serap Tenaga Kerja Lokal, Jangan Hanya Kejar Nilai Investasi

DIKSI.CO – DPRD Kota Samarinda meminta pemerintah daerah memastikan setiap investasi yang masuk mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dewan menilai keberhasilan investasi tidak cukup dilihat dari besarnya modal yang masuk, tetapi juga dari dampaknya terhadap kesejahteraan warga.
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Dr. Sani Bin Husain, mengatakan pemerintah perlu mendorong investor untuk lebih banyak melibatkan tenaga kerja lokal dan pelaku usaha daerah dalam kegiatan bisnis mereka.
Menurutnya, sejumlah perusahaan masih mendatangkan pekerja maupun bahan baku dari luar daerah. Kondisi tersebut membuat manfaat ekonomi investasi belum sepenuhnya mengalir kepada masyarakat Samarinda.
“Kita tentu menyambut investasi yang masuk. Namun, investor juga harus membuka peluang yang lebih besar bagi tenaga kerja lokal dan pelaku UMKM agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Sani, Senin (22/6/2026).
DPRD Samarinda Minta Investor Libatkan UMKM Lokal
Sani menilai keterlibatan pelaku usaha lokal harus menjadi bagian penting dalam setiap investasi yang masuk ke Samarinda.
Ia berharap perusahaan tidak hanya menjalankan kegiatan usaha, tetapi juga membangun kemitraan dengan UMKM setempat. Langkah tersebut akan memperkuat perputaran ekonomi di daerah dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Selain itu, ia menilai kolaborasi antara investor dan UMKM dapat menciptakan efek berganda bagi perekonomian kota.
“Ketika perusahaan menggandeng pelaku usaha lokal, perputaran ekonomi akan semakin kuat. Masyarakat juga memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk berkembang,” katanya.
Pemkot Samarinda Perlu Perkuat Aturan Investasi
Sani juga meminta Pemerintah Kota Samarinda memperkuat aturan dalam proses perizinan investasi.
Menurutnya, pemerintah dapat memasukkan syarat yang mendorong investor memprioritaskan tenaga kerja lokal dan menggandeng pelaku usaha daerah.
Dengan cara itu, pemerintah dapat memastikan investasi berjalan sejalan dengan tujuan pembangunan daerah.
Ia menegaskan kebijakan tersebut bukan untuk menghambat investasi. Sebaliknya, aturan itu bertujuan menciptakan investasi yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.
“Pemerintah perlu memastikan investasi memberi kontribusi langsung terhadap pengembangan ekonomi lokal. Jadi, manfaatnya tidak hanya dirasakan perusahaan, tetapi juga masyarakat,” jelasnya.
Kesejahteraan Masyarakat Harus Jadi Ukuran Utama
Lebih lanjut, Sani menegaskan pemerintah harus menjadikan kesejahteraan masyarakat sebagai indikator utama dalam menilai keberhasilan investasi.
Menurutnya, investasi yang berkualitas mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan warga, dan memperkuat ekonomi daerah dalam jangka panjang.
Karena itu, pemerintah tidak boleh hanya berfokus pada angka realisasi investasi setiap tahun.
“Investasi yang baik bukan hanya menghadirkan modal. Investasi yang baik juga menciptakan peluang kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah, investor, dan masyarakat dapat membangun sinergi yang kuat agar investasi benar-benar menjadi motor penggerak kesejahteraan warga Samarinda.
(Adv)