Terowongan Samarinda Tunggu Lampu Hijau Kementerian PUPR Sebelum Dibuka

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan pembangunan terowongan yang menghubungkan Jalan Sultan Alimuddin dengan Jalan Kakap telah selesai. Namun, pemerintah tetap mengikuti seluruh tahapan yang diwajibkan sebelum mengizinkan masyarakat melintas.
“Terowongan itu sudah selesai. Secara operasional sebenarnya sudah siap. Namun, setiap jembatan dan terowongan wajib mengantongi izin dari Kementerian PUPR,” kata Andi Harun, Rabu (24/6/2026).
Proses Asesmen Terowongan Samarinda Masih Berjalan
Saat ini Kementerian PUPR menjalankan asesmen terhadap Terowongan Samarinda. Tim kementerian bersama tenaga ahli turun langsung ke lapangan untuk memeriksa kondisi konstruksi dan seluruh aspek keselamatan.
Andi menjelaskan, Balai Keamanan Jembatan dan Terowongan Khusus (BKJTK) bersama tim akademisi yang ditunjuk kementerian memimpin proses pemeriksaan tersebut. Tim itu akan menentukan kelayakan terowongan sebelum kementerian menerbitkan Sertifikat Laik Fungsi.
“Tim dari pusat sudah bekerja di lapangan bersama tenaga ahli yang ditunjuk. Mereka sedang menyelesaikan seluruh tahapan assessment,” ujarnya.
Menurut Andi, proses asesmen dan commissioning membutuhkan waktu sekitar 69 hari apabila seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal.
“Kami berharap seluruh proses berjalan lancar sehingga terowongan bisa segera beroperasi,” katanya.
Pemkot Samarinda Siap Penuhi Seluruh Rekomendasi
Pemkot Samarinda menyiapkan langkah lanjutan apabila tim asesor memberikan sejumlah catatan teknis. Pemerintah akan segera menyelesaikan setiap rekomendasi sebelum membuka akses bagi masyarakat.
“Kami akan langsung menindaklanjuti setiap rekomendasi. Kami ingin semua persyaratan benar-benar terpenuhi,” tegas Andi.
Ia menegaskan, keselamatan pengguna menjadi prioritas utama. Karena itu, Pemkot Samarinda tidak ingin mempercepat pembukaan terowongan tanpa izin resmi dari pemerintah pusat.
“Kami ingin masyarakat menggunakan terowongan dengan aman dan sesuai standar yang berlaku,” ucapnya.
Terowongan Samarinda Diharapkan Kurangi Kemacetan
Pemkot Samarinda menargetkan Terowongan Samarinda mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan pusat kota. Infrastruktur tersebut akan mempercepat akses antara Jalan Sultan Alimuddin dan Jalan Kakap sekaligus memangkas waktu tempuh masyarakat.
Pemerintah juga memperkirakan kehadiran terowongan akan meningkatkan konektivitas antarkawasan, memperlancar distribusi barang, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Samarinda.
Andi mengaku memahami tingginya antusiasme masyarakat untuk segera melintasi terowongan pertama di Kalimantan tersebut. Namun, ia meminta warga bersabar hingga seluruh proses evaluasi selesai.
“Kami berharap assessment selesai tanpa kendala sehingga masyarakat segera memanfaatkan terowongan ini,” pungkasnya.
(Redaksi)