DPRD Kaltim Beri Lampu Hijau Transformasi Lahan Tambang Jadi Sawah Produktif
DIKSI.CO, SAMARINDA – Kodam VI/Mulawarman mengambil langkah progresif dengan menggagas pemanfaatan lahan bekas tambang sebagai kawasan persawahan baru di Kalimantan Timur (Kaltim).
Inisiatif ini tidak hanya membuka peluang peningkatan produksi pangan, tetapi juga menghadirkan model pemulihan lahan pascatambang yang berkelanjutan.
DPRD Kaltim menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut.
Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Guntur, menyebut gagasan ini sebagai langkah realistis dan visioner.
Ia menegaskan bahwa proses rehabilitasi harus menjadi pondasi utama sebelum lahan memasuki tahap produksi.
“Yang terpenting adalah memastikan kondisi tanahnya pulih terlebih dahulu. Setelah itu baru kita bicara soal produksi,” ujar Guntur.
Rehabilitasi Menyeluruh Jadi Kunci
Tahap awal program ini menitikberatkan pada pemeriksaan kualitas tanah secara detail.
Tim teknis akan menganalisis pH, kandungan unsur hara, dan tingkat degradasi akibat aktivitas tambang.
Tanpa pemulihan menyeluruh, tanah tidak akan mampu menopang tanaman, terutama komoditas strategis seperti padi.
Guntur menambahkan bahwa degradasi lahan tambang biasanya berlangsung cukup parah sehingga perlu perlakuan khusus.
Ia mendorong penggunaan pupuk kompos untuk memperbaiki struktur tanah sekaligus meningkatkan aktivitas biologisnya.
“Jika ditemukan ketidakseimbangan, proses penetralan harus segera dilakukan. Penggunaan kompos terbukti efektif untuk memulihkan kesuburan tanah,” ungkapnya.
Upaya ini sekaligus membuka peluang pemberdayaan masyarakat lokal dalam produksi kompos dan keterlibatan langsung dalam proses rehabilitasi.
Teknologi Pertanian Modern Dilibatkan
Kodam VI/Mulawarman berkomitmen melibatkan teknologi pertanian modern demi mempercepat transformasi lahan.
Mekanisasi pengolahan tanah, penggunaan drone pertanian, hingga sistem budidaya presisi akan diterapkan di tahap produksi.
“Dengan teknologi yang tepat, proses pemulihan lahan bisa berlangsung lebih cepat dan efisien,” kata Guntur.
Implementasi teknologi modern ini juga bertujuan memberikan edukasi bagi petani lokal tentang metode pertanian masa depan yang lebih hemat waktu, tenaga, dan biaya.
Program ini membawa harapan baru bagi Kaltim yang tengah memperkuat kapasitas pangan menyambut Ibu Kota Nusantara (IKN).
Jika berhasil, lahan eks tambang tidak lagi menjadi kawasan terbengkalai, melainkan berubah menjadi pusat pertanian produktif.
Kodam VI/Mulawarman bersama DPRD Kaltim optimistis bahwa kolaborasi lintas sektor akan menghadirkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan. (Adv)