Kabar Santri Meninggal Usai Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo Belum Terbukti

DIKSI.CO – Kabar belasan santri meninggal dunia usai dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Sidoarjo, dipastikan tidak benar. Ratusan santri memang mengalami keluhan kesehatan dan mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit.
Bupati Sidoarjo Subandi memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Ia menyebut seluruh santri yang masuk rumah sakit mendapat penanganan medis.
Kepala Satgas MBG Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, juga membantah kabar tersebut. Ia telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan kondisi para santri.
“Tidak ada yang meninggal. Kita doakan semua bisa diikhtiarkan oleh tenaga medis. Insyaallah sudah banyak yang bisa dipulangkan,” tegas Emil.
Ratusan Santri Jalani Perawatan
Dugaan keracunan terjadi di Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.
Data sementara Dinas Kesehatan Sidoarjo mencatat 293 santri menjalani perawatan di delapan rumah sakit. Para santri berasal dari jenjang SMP dan SMA di lingkungan pesantren.
Sebagian santri mulai membaik setelah mendapat penanganan. Bahkan, sejumlah pasien sudah mendapat izin untuk kembali ke pesantren.
Santri Mengeluhkan Pusing dan Mual
Keluhan kesehatan muncul setelah para santri menyantap menu MBG pada Selasa (1/9/2026).
Sejumlah santri mulai merasakan pusing dan mual setelah menjalankan salat Ashar. Kondisi itu kemudian mendorong pihak pesantren membawa mereka ke sejumlah rumah sakit.
Petugas kesehatan langsung menangani para santri yang datang secara bersamaan. Rumah sakit juga menambah tenaga medis untuk mempercepat proses pelayanan.
Menu MBG Jadi Bagian Penelusuran
Menu MBG yang para santri terima terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis baby corn, tempe bumbu Bali, dan apel. Informasi mengenai menu tersebut menjadi bagian dari penelusuran pihak terkait.
Sebanyak 1.010 porsi makanan MBG dari SPPG Kalitengah sebelumnya tiba di lingkungan MA dan MTs Manba’ul Hikam.
Meski begitu, petugas masih perlu melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti munculnya keluhan pada para santri. Karena itu, masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum memiliki sumber resmi.
Wali Santri Menunggu Kondisi Anak
Situasi di Pondok Pesantren Manba’ul Hikam sempat dipenuhi wali santri yang menunggu kabar anak mereka. Belasan ambulans dan personel TNI-Polri juga membantu proses penanganan.
Pihak pesantren kemudian memastikan sejumlah santri yang mengalami keluhan ringan sudah kembali ke lingkungan pesantren. Mereka mendapat perawatan dan pemantauan setelah menjalani pemeriksaan medis.
Hingga perkembangan terbaru, pemerintah memastikan tidak ada santri yang meninggal dalam kejadian tersebut. Penanganan terhadap santri yang masih menjalani perawatan juga terus berjalan.
(Redaksi)
