DSI Resmi Diluncurkan Danantara, Tiga Komoditas Ekspor Jadi Prioritas

DIKSI.CO – Penguatan tata kelola ekspor komoditas strategis menjadi fokus baru Danantara Indonesia melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). Danantara resmi memperkenalkan DSI sekaligus jajaran pengurusnya di Wisma Danantara.
DSI telah berbadan hukum sejak 1 Juni. Pada tahap awal, perusahaan ini akan fokus pada tiga komoditas strategis nasional, yakni batu bara, minyak sawit mentah (CPO), dan ferroalloy.
DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor Komoditas Strategis
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan DSI hadir untuk memperkuat proses verifikasi dalam kegiatan ekspor. Menurutnya, perusahaan tersebut tidak akan mengambil alih kewenangan kementerian dan lembaga pemerintah.
Kementerian dan lembaga terkait tetap menjalankan fungsi perizinan, pengaturan, serta pengawasan ekspor. Sementara itu, DSI akan membantu memastikan data dan transaksi ekspor berjalan secara akurat.
DSI akan melakukan verifikasi terhadap sejumlah komponen penting. Proses tersebut meliputi kuantitas, kualitas, klasifikasi barang, harga, pembayaran, hingga repatriasi devisa hasil ekspor.
Dengan demikian, kehadiran DSI tidak menambah lapisan regulator baru dalam aktivitas perdagangan komoditas nasional.
Nilai Ekspor Batu Bara, CPO dan Ferroalloy Capai US$70 Miliar
Danantara memperkirakan total nilai transaksi tiga komoditas yang menjadi fokus awal DSI mencapai sekitar US$70 miliar.
Batu bara memiliki nilai ekspor sekitar US$30,35 miliar. Kemudian, nilai ekspor CPO mencapai sekitar US$22,87 miliar. Sementara itu, ferroalloy menyumbang sekitar US$16,43 miliar.
Besarnya nilai transaksi tersebut membuat penguatan sistem verifikasi menjadi salah satu perhatian utama DSI.
Selain itu, Danantara ingin memastikan proses perdagangan komoditas strategis tetap berjalan tanpa mengganggu hubungan bisnis yang sudah terbentuk.
Danantara Pastikan Kontrak Ekspor Tetap Berjalan
Rosan menegaskan pembentukan DSI tidak akan mengganggu kontrak antara eksportir dan pembeli.
Para pelaku usaha tetap dapat menjalankan hubungan komersial yang telah mereka sepakati. Begitu pula dengan kontrak jangka panjang yang sudah berjalan.
Karena itu, DSI tidak akan mengubah kesepakatan bisnis antara eksportir dan mitra dagangnya. Perusahaan tersebut lebih berfokus pada penguatan verifikasi data dan transaksi.
Luke Thomas Mahony Pimpin DSI
Direktur Utama DSI Luke Thomas Mahony menyebut peluncuran perusahaan tersebut menjadi momentum untuk menegaskan mandat dan tanggung jawab DSI.
Luke mengatakan DSI akan menjalankan tugas secara profesional dengan mengedepankan integritas. Ia juga mengapresiasi dukungan Danantara Indonesia, pemerintah, pelaku industri, serta berbagai pemangku kepentingan.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam menjalankan mandat DSI ke depan.
Susunan Direksi dan Komisaris PT Danantara Sumber Daya Indonesia
Danantara juga mengumumkan susunan Direksi dan Komisaris DSI dalam acara peluncuran tersebut.
Sejumlah tokoh dari sektor bisnis dan ekonomi nasional masuk dalam jajaran pengurus. Nama Tony Wenas, CEO PT Freeport Indonesia, serta Mari Elka Pangestu, mantan Menteri Perdagangan dan mantan petinggi Bank Dunia, turut menghiasi struktur DSI.
Berikut susunan lengkap pengurus PT Danantara Sumber Daya Indonesia:
Dewan Komisaris
- Presiden Komisaris: M. Syaifurrahman Noer
- Komisaris: Harold Tjiptadjaja
- Komisaris: Tony Wenas
- Komisaris: Mari Elka Pangestu
Direksi
- Direktur Utama: Luke Thomas Mahony
- Direktur Keuangan: Sinthya Roesly
- Direktur Manajemen Risiko: Nur Hidayat Udin
- Direktur Legal dan Kepatuhan: Ivan Ferdiansyah
Melalui DSI, Danantara menargetkan penguatan tata kelola ekspor komoditas strategis tanpa mengambil alih fungsi regulator pemerintah. Fokus tersebut akan dimulai dari batu bara, CPO, dan ferroalloy yang memiliki nilai perdagangan mencapai puluhan miliar dolar AS.
(Redaksi)
