Ribuan Ulat Bulu Serbu Taman Bebaya, Warga Samarinda Resah dan Alami Gatal-Gatal
DIKSI.CO, SAMARINDA – Warga di kawasan Taman Bebaya, Kelurahan Karang Asam, Kecamatan Sungai Kunjang, dibuat geger dengan munculnya ribuan ulat bulu yang menyerang pepohonan di sepanjang bantaran Sungai Mahakam.
Serangan hama ini bukan hanya merusak pemandangan, tetapi juga membuat warga sekitar resah karena sebagian mulai mengeluhkan gatal-gatal akibat terkena bulunya.
Pemandangan tak biasa ini terlihat sejak dua hari terakhir. Ribuan ulat bulu tampak menempel rapat di batang dan ranting pepohonan, terutama di pohon Rambai Padi yang banyak tumbuh di kawasan taman tersebut.
Dari kejauhan, batang pohon yang biasanya hijau kini tampak seperti diselimuti bulu-bulu cokelat kehitaman yang bergerak pelan.
“Kami menerima banyak laporan dari warga yang kulitnya gatal setelah terkena bulu ulat ini,” ujar Kepala BPBD Samarinda, Suwarso Melalui Iskandar, Analis Kebencanaan BPBD Samarinda, Kamis (30/10/2025).
Menurut Iskandar, pihaknya langsung turun ke lapangan setelah menerima laporan dari warga sekitar. Dari hasil peninjauan, ulat bulu memang telah menyebar di banyak titik di sekitar Taman Bebaya, terutama di sepanjang tepian sungai.
“Begitu kami datang, memang benar di beberapa pohon di pinggir sungai ini sudah banyak sekali ulatnya. Jumlahnya ribuan, menempel di batang dan ranting. Kalau angin berembus kencang, bisa saja bulunya terbawa dan menyebar ke permukiman warga. Itu yang kami khawatirkan,” terangnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Samarinda langsung berkoordinasi dengan sejumlah instansi dan aparat di tingkat kelurahan. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Ketapang), Bhabinsa, hingga Bhabinkamtibmas dilibatkan dalam upaya pengendalian hama ini.
“Kami bersama tim dari Kelurahan, Dinas Ketapang, dan aparat TNI-Polri sudah meninjau lokasi. Saat ini sedang kami koordinasikan untuk menyiapkan bahan penyemprotan agar populasi ulat ini bisa ditekan,” kata Iskandar.
Langkah cepat itu diambil karena serangan ulat bulu dikhawatirkan dapat berdampak pada kesehatan warga. Tak hanya gatal-gatal, dalam beberapa kasus, bulu ulat bisa menyebabkan iritasi pada kulit dan mata, bahkan gangguan pernapasan jika terhirup.
Sementara itu, pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Ketapang) Samarinda memastikan sudah menyiapkan tim khusus untuk menangani fenomena tersebut. Gusti, Pejabat Fungsional Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Dinas Ketapang, menjelaskan bahwa serangan ulat bulu seperti ini memang bukan hal baru.
“Setiap tahun biasanya ada saja kasus seperti ini, terutama saat musim hujan. Kondisi udara yang lembap dan curah hujan yang tinggi sangat disukai ulat bulu untuk berkembang biak. Jadi, ini memang siklus alam, tapi tetap harus kita kendalikan,” jelas Gusti.
Dari hasil pemantauan petugas di lapangan, hampir semua pohon Rambai Padi di kawasan Taman Bebaya terinfestasi ulat bulu. Jenis pohon ini rupanya menjadi tempat favorit hama tersebut untuk bertelur dan berkembang biak.
“Hampir semua Rambai Padi di sini kena. Kalau dilihat dari dekat, daunnya sudah rusak, bahkan ada yang gundul karena dimakan ulat. Ini cepat sekali siklusnya, apalagi kalau cuaca terus lembap,” ujar Gusti.
Pihak Dinas Ketapang memastikan akan segera melakukan penyemprotan di sekitar lokasi agar populasi ulat bulu tidak terus meningkat. Selain itu, warga juga diminta sementara waktu untuk tidak beraktivitas terlalu dekat dengan area pepohonan di sekitar taman sampai proses pengendalian selesai dilakukan.
“Kami sudah siapkan racun semprot dan akan segera turun melakukan tindakan. Harapannya, populasi ulat bisa ditekan sebelum menyebar lebih luas ke permukiman,” kata Gusti.
Sementara itu, sejumlah warga yang tinggal di sekitar Taman Bebaya mengaku khawatir. Mereka berharap pemerintah bergerak cepat, sebab selain menyebabkan rasa tidak nyaman, bulu ulat yang beterbangan juga bisa masuk ke rumah.
“Kalau sore angin kencang, bulu-bulunya kadang terbawa sampai ke halaman rumah. Kami sudah beberapa kali kena gatal-gatal. Anak saya sampai merah tangannya,” kata Rani (34), warga Karang Asam yang rumahnya tak jauh dari lokasi taman.
BPBD pun mengimbau warga untuk tetap waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah.
Bagi yang mengalami gejala gatal atau iritasi setelah terkena bulu ulat, disarankan segera mencuci area yang terkena dan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Jangan digaruk atau diusap sembarangan karena bisa makin parah. Gunakan pakaian tertutup kalau keluar rumah dulu sampai situasinya aman,” pesan Iskandar. (redaksi)