Transportasi Sungai Samarinda-Mahakam Ulu Terputus, Logistik Dialihkan Lewat Jalur Darat

Kondisi sungai yang semakin dangkal membuat kapal kayu berukuran sedang dan besar hanya mampu berlayar hingga Long Iram, Kabupaten Kutai Barat.
Jalur Sungai ke Mahakam Ulu Terputus
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim Yusliando mengatakan, kondisi sungai kini menyulitkan pelayaran menuju Mahakam Ulu.
Kapal besar hanya bisa mencapai Long Iram. Kapal kecil masih dapat melintasi beberapa titik sungai. Namun, kapal tersebut tidak mampu mencapai Long Pahangai dan Long Apari.
“Akses sungai ke wilayah yang lebih hulu seperti Long Bagun, Ujoh Bilang, Long Pahangai, dan Long Apari telah terputus karena sungai mengering. Kapal kecil masih bisa digunakan di beberapa titik, tetapi tetap tidak bisa lagi menjangkau Long Pahangai dan Long Apari,” ujar Yusliando di Samarinda, Minggu.
Penyusutan debit Sungai Mahakam membuat akses menuju wilayah pedalaman semakin terbatas. Kondisi ini juga menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
Distribusi Bahan Pokok Dialihkan Lewat Jalur Darat
Pemerintah kini menyiapkan jalur darat untuk menjaga distribusi bahan pokok dan bahan penting lainnya. Satgas Pangan bersama instansi terkait mengalihkan pengiriman logistik hingga Ujoh Bilang.
Setelah tiba di Ujoh Bilang, pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu akan meneruskan distribusi ke wilayah pedalaman.
“Dari Ujoh Bilang, pemerintah kabupaten setempat yang akan meneruskan distribusinya ke wilayah pedalaman,” jelas Yusliando.
Pemerintah juga membantu membuka dan memperbaiki akses jalan. Langkah ini bertujuan agar kendaraan pengangkut logistik tetap dapat melintas.
Pengalihan jalur tersebut menjadi solusi sementara selama transportasi sungai belum kembali normal.
Kabut Asap Ganggu Penerbangan ke Mahakam Ulu
Gangguan konektivitas tidak hanya terjadi di jalur sungai. Kabut asap karhutla juga menghambat transportasi udara menuju kawasan pedalaman.
Yusliando mengatakan, penerbangan menuju Melak, Kabupaten Kutai Barat, dan Bandara Datah Dawai di Mahakam Ulu ikut terganggu.
Kabut asap yang pekat mengurangi jarak pandang. Kondisi kualitas udara juga memburuk. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) bahkan masuk kategori berbahaya.
Kondisi tersebut membuat maskapai membatalkan sejumlah penerbangan menuju kawasan terdampak. Pemerintah terus memantau kondisi udara untuk menentukan keamanan penerbangan.
El Nino Diprediksi Berlangsung hingga November 2026
Ancaman kekeringan juga masih perlu mendapat perhatian. BMKG memprediksi fenomena El Nino berlangsung hingga akhir November 2026.
Kondisi tersebut berpotensi memperpanjang penyusutan debit Sungai Mahakam. Dampaknya dapat kembali menghambat transportasi dan distribusi logistik ke wilayah pedalaman.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur meningkatkan status kewaspadaan dari siaga menjadi darurat bencana kekeringan.
Pemerintah mengambil langkah tersebut untuk memperkuat penanganan dampak kemarau. Upaya itu mencakup pengamanan distribusi kebutuhan pokok dan pembukaan akses transportasi alternatif.
Dishub Kaltim bersama instansi terkait juga terus memantau kondisi jalur sungai. Pemerintah ingin memastikan masyarakat Mahakam Ulu tetap mendapat akses transportasi dan pasokan kebutuhan sehari-hari.
(Redaksi)
