ISPU Samarinda Naik 148, DPRD Minta Sekolah Siapkan Pembelajaran dari Rumah

DIKSI.CO – Kualitas udara Samarinda yang terus memburuk mendorong DPRD Kota Samarinda meminta pemerintah mengambil langkah antisipasi di sektor pendidikan. Dewan meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menyiapkan skema pembelajaran dari rumah apabila kabut asap karhutla semakin pekat.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, mengatakan pemerintah perlu memantau kualitas udara secara berkala. Pasalnya, kondisi udara di setiap kecamatan dapat menunjukkan tingkat pencemaran yang berbeda.

“Wilayah Samarinda memang ada beberapa kecamatan yang kurang baik kondisi udaranya, ada juga yang masih bagus. Kami minta dinas terkait melihat perkembangan kondisi setiap harinya,” ujar Novan, Kamis (3/9/2026).

DPRD Samarinda Minta Sekolah Pantau Kualitas Udara

Novan meminta Disdikbud Samarinda menyesuaikan kebijakan pembelajaran dengan kondisi udara di masing-masing wilayah.

Menurutnya, sekolah perlu mengurangi aktivitas luar ruangan ketika kualitas udara masuk kategori tidak sehat. Siswa juga perlu menggunakan masker untuk mengurangi risiko paparan kabut asap.

Novan menilai pembelajaran dari rumah dapat menjadi pilihan apabila kondisi udara sudah tidak mendukung kegiatan belajar tatap muka.

“Disdik diminta melakukan pembelajaran yang sifatnya tidak berinteraksi di luar ruangan atau dari rumah jika kondisi udara sudah tidak bagus,” katanya.

Ia menekankan agar Disdikbud tidak menerapkan satu kebijakan untuk seluruh sekolah tanpa mempertimbangkan kondisi udara setiap kecamatan.

ISPU Samarinda Capai 148 dan Masuk Kategori Tidak Sehat

DPRD Samarinda juga menyoroti peningkatan indeks standar pencemar udara (ISPU) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Novan menyebut ISPU Samarinda sebelumnya berada di angka 98. Angka tersebut kemudian naik menjadi 148 dan masuk kategori tidak sehat.

“Udara kita pekan lalu 98, sekarang sudah 148 masuk kategori tidak sehat. Kondisi tersebut cukup mengkhawatirkan,” ucapnya.

Melihat kondisi tersebut, DPRD terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengikuti perkembangan kualitas udara serta dampak karhutla di Samarinda.

DPRD Samarinda Waspadai Kenaikan Kasus ISPA

Selain pendidikan, DPRD Samarinda turut mengantisipasi potensi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Novan meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda memperkuat kesiapan pelayanan di puskesmas dan rumah sakit. Kesiapan tersebut penting untuk menghadapi kemungkinan bertambahnya warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.

Menurutnya, masyarakat juga perlu melakukan pencegahan sejak awal dan tidak menunggu munculnya gejala ISPA.

“Jangan sampai sudah merasakan gejalanya baru menggunakan masker. Kita perlu antisipasi lebih dulu karena kondisi udara kita tidak menentu,” tegasnya.

10 Ribu Masker untuk Warga Samarinda

Upaya perlindungan masyarakat juga berjalan melalui pembagian masker. Relawan menyiapkan sekitar 10 ribu masker untuk warga Samarinda.

Pembagian masker tersebut sekaligus menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat agar lebih memahami langkah perlindungan diri saat kualitas udara memburuk.

Novan mengimbau warga membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika ISPU menunjukkan kondisi tidak sehat. Penggunaan masker juga perlu menjadi kebiasaan selama kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah.

Ia berharap pemerintah, sekolah, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau serta meningkatnya kejadian karhutla.

“Perlindungan masyarakat harus menjadi prioritas, khususnya kelompok yang rentan terhadap dampak kabut asap,” tandasnya.

(Adv)

Back to top button