63 Regu Meriahkan Gerak Jalan HUT Kemerdekaan RI di Anggana Kukar

DIKSI.CO – Ribuan warga memadati sejumlah ruas jalan di Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Senin (10/8/2026). Mereka antusias menyaksikan 63 regu yang mengikuti gerak jalan untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut mengambil titik start dari halaman Kantor Camat Anggana dan berakhir di kawasan Alun-alun Anggana. Peserta berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari pelajar, aparatur sipil negara (ASN), TNI dan Polri, pelaku usaha, hingga masyarakat umum.

Ribuan Warga Saksikan Gerak Jalan di Anggana

Sejak pagi, masyarakat mulai memenuhi sepanjang jalur yang dilalui peserta. Beragam penampilan regu membuat suasana perayaan kemerdekaan semakin semarak.

Setiap regu tampil dengan karakter masing-masing. Selain menjaga kekompakan barisan, peserta juga memperlihatkan kreativitas melalui seragam dan berbagai atribut yang dikenakan selama mengikuti gerak jalan.

Camat Anggana, Rendra Abadi, mengatakan kegiatan tersebut memiliki makna lebih luas dibandingkan sekadar perlombaan.

Menurutnya, gerak jalan menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan sekaligus menumbuhkan semangat kemerdekaan.

“Gerak jalan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi wujud nyata persatuan warga Kecamatan Anggana. Mulai dari pelajar, ASN, TNI dan Polri, pelaku usaha, hingga masyarakat umum berjalan beriringan membawa semangat kemerdekaan,” ujar Rendra.

Enam Regu MTs Miftahul Ulum Ikut Berpartisipasi

Semangat mengikuti gerak jalan juga ditunjukkan MTs Miftahul Ulum. Sekolah tersebut menurunkan enam regu dalam kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI di Kecamatan Anggana.

Waka Kesiswaan MTs Miftahul Ulum, Saniah, mengatakan para siswa telah menjalani persiapan selama sekitar satu bulan.

Latihan dilakukan tidak hanya untuk membangun kekompakan barisan, tetapi juga melatih kedisiplinan serta mental siswa agar mampu menyelesaikan seluruh rute.

“Latihan kurang lebih satu bulan. Ada enam regu yang kami ikutkan dalam gerak jalan ini,” kata Saniah.

Menurut Saniah, kegiatan tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk memahami makna kemerdekaan melalui pengalaman langsung.

Para siswa harus menjaga kedisiplinan, mempertahankan kekompakan, sekaligus menyelesaikan rute gerak jalan yang cukup panjang.

“Ini juga untuk melatih anak-anak supaya disiplin dan bisa memaknai hari kemerdekaan. Mereka harus berjuang menyelesaikan lomba, karena rutenya cukup panjang,” ujarnya.

Gerak Jalan Ajarkan Semangat Pantang Menyerah

Saniah menilai pengalaman mengikuti gerak jalan dapat menjadi pembelajaran bagi siswa mengenai pentingnya semangat pantang menyerah.

Menurutnya, keberhasilan peserta tidak hanya diukur dari kemenangan dalam perlombaan, tetapi juga dari kemampuan mengikuti kegiatan hingga garis finis.

“Bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana anak-anak bisa mengikuti dari awal sampai selesai dengan disiplin dan penuh semangat,” tambahnya.

Rendra juga menilai antusiasme peserta mencerminkan nilai perjuangan yang diwariskan para pahlawan.

Ia berharap semangat tersebut tidak berhenti pada kegiatan peringatan kemerdekaan, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan pembangunan daerah.

“Semangat perjuangan para pahlawan harus tetap hidup dalam jiwa kita. Bukan hanya untuk mengenang sejarah, tetapi juga menjadi semangat untuk terus membangun daerah dan negara,” katanya.

UMKM Anggana Dilibatkan dalam Perayaan Kemerdekaan

Perayaan HUT Kemerdekaan RI di Kecamatan Anggana tidak hanya menghadirkan kegiatan gerak jalan. Pelaku UMKM lokal juga dilibatkan dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Rendra mengatakan kehadiran pelaku usaha menjadi bagian penting untuk memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat.

Menurutnya, kegiatan yang melibatkan banyak warga dapat menjadi kesempatan bagi UMKM memperkenalkan sekaligus menjual produk mereka.

“UMKM juga kita libatkan. Harapannya kegiatan seperti ini bisa menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan dan menjual produknya sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat di Kecamatan Anggana,” jelasnya.

Kebersamaan Jadi Modal Pembangunan Kutai Kartanegara

Rendra mengatakan semangat kebersamaan yang terlihat dalam gerak jalan memiliki relevansi dengan pembangunan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Ia menilai kedisiplinan dan kekompakan masyarakat menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan, termasuk keterbatasan anggaran.

“Di tengah upaya percepatan pembangunan Kutai Kartanegara, kebersamaan dan kedisiplinan menjadi modal utama. Walaupun kita menghadapi berbagai keterbatasan, termasuk dalam anggaran, kita harus tetap bergerak kompak dan teratur demi kemajuan bersama,” pungkas Rendra.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Back to top button