Idi Amin yang Disebut Mahfud MD, Mantan Presiden Uganda yang Merebut Kekuasaan Lewat Kudeta

DIKSI.CO – Kudeta militer pada 25 Januari 1971 menjadi titik balik dalam perjalanan politik Idi Amin di Uganda. Dari seorang komandan angkatan bersenjata, Amin mengambil alih pemerintahan Milton Obote dan kemudian memimpin Uganda selama sekitar delapan tahun.
Lebih dari lima dekade setelah kejatuhannya, nama Idi Amin kembali muncul dalam perbincangan politik Indonesia. Pakar hukum tata negara Mahfud MD menyebut mantan Presiden Uganda tersebut ketika menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai sejumlah pakar.
“Banyak profesor goblok. Banyak juga presidennya goblok gitu. Tahu contohnya? Idi Amin misalnya, kan presiden juga itu,” kata Mahfud melalui siniar di kanal YouTube Mahfud MD Official, dikutip Selasa (22/9/2026).
Awalnya Prajurit di Militer Kolonial Inggris
Idi Amin Dada lahir sekitar 1925 di Koboko, wilayah barat laut Uganda. Ia bergabung dengan King’s African Rifles (KAR), satuan militer kolonial Inggris, pada 1946.
Karier Amin berkembang cukup cepat. Pada 1959, ia mencapai pangkat effendi, yang menjadi salah satu pangkat tertinggi bagi tentara kulit hitam dalam satuan tersebut.
Setelah Uganda merdeka dari Inggris pada 9 Oktober 1962, Amin melanjutkan kariernya dalam militer Uganda. Saat itu, Milton Obote memimpin pemerintahan sebagai perdana menteri pertama Uganda.
Obote dan Amin sempat bekerja sama memperbesar ukuran serta kekuatan militer Uganda. Pada 1966, Amin kemudian dipercaya memimpin angkatan bersenjata negara tersebut.
Kudeta 1971 Membawa Idi Amin ke Puncak Kekuasaan
Hubungan Amin dan Obote kemudian memburuk. Obote mulai mencurigai Amin setelah terjadi dua percobaan pembunuhan yang gagal dalam beberapa tahun.
Situasi tersebut mencapai titik kritis ketika Obote pergi ke Singapura untuk menghadiri konferensi kepala pemerintahan Persemakmuran.
Pada 25 Januari 1971, Amin memanfaatkan ketidakhadiran Obote untuk melancarkan kudeta militer. Ia mengambil alih pemerintahan dan kemudian menyatakan dirinya sebagai Presiden Uganda.
Sejak saat itu, Amin mengendalikan pemerintahan sekaligus angkatan bersenjata Uganda. Ia mempertahankan kekuasaan hingga 1979.
Pemerintahan Idi Amin Diwarnai Kekerasan
Setelah mengambil alih kekuasaan, Amin menghadapi kelompok-kelompok yang tetap loyal kepada Obote. Pemerintahannya kemudian menjalankan berbagai operasi untuk menyingkirkan pihak yang dianggap sebagai lawan.
Kelompok Acholi dan Lango menjadi salah satu sasaran penganiayaan. Encyclopaedia Britannica mencatat sekitar 300.000 orang tewas dan banyak lainnya mengalami penyiksaan selama pemerintahan Amin.
Catatan sejarah tersebut membuat rezim Amin dikenal karena tingkat kekerasannya yang tinggi.
Amin Usir Puluhan Ribu Warga India dan Pakistan
Pada 1972, Amin mengeluarkan perintah yang memaksa warga Asia tanpa kewarganegaraan Uganda meninggalkan negara tersebut.
Kebijakan itu berdampak besar terhadap perekonomian Uganda. Warga keturunan India dan Pakistan saat itu memainkan peran penting dalam sektor perdagangan dan bisnis.
Setelah pengusiran berlangsung, sejumlah perusahaan yang sebelumnya mereka kelola berpindah kepada orang-orang yang dekat dengan pemerintahan Amin. Banyak bisnis kemudian mengalami kemunduran dan ikut memperburuk kondisi ekonomi Uganda.
Perang Uganda-Tanzania Akhiri Kekuasaan Idi Amin
Menjelang akhir kekuasaannya, Amin menghadapi semakin banyak pembelotan dari orang-orang yang sebelumnya mendukung pemerintahannya.
Ketika sejumlah pihak melarikan diri ke Tanzania, Amin menuduh Presiden Tanzania Julius Nyerere berada di balik kekacauan tersebut. Pada Oktober 1978, pasukan Uganda menyerang wilayah Kagera Salient di Tanzania.
Tanzania membalas serangan tersebut dan berhasil mengusir pasukan Uganda. Pasukan Tanzania kemudian bergerak masuk ke Uganda bersama kelompok nasionalis Uganda.
Pada 11 April 1979, pasukan Tanzania merebut Kampala. Peristiwa itu memaksa Amin meninggalkan Uganda dan mencari suaka di negara lain.
Idi Amin Menghabiskan Sisa Hidup di Arab Saudi
Setelah meninggalkan Uganda, Amin sempat tinggal di Libya sebelum menetap di Arab Saudi.
Ia menjalani kehidupan dalam pengasingan hingga meninggal di Jeddah pada 16 Agustus 2003. Amin meninggal akibat kegagalan fungsi berbagai organ.
Sementara itu, catatan mengenai masa pemerintahannya tetap menjadi bagian penting dalam sejarah politik Uganda, terutama terkait kudeta, kekerasan politik, pengusiran warga Asia, dan perang dengan Tanzania.
Mahfud MD Jelaskan Alasan Menyebut Idi Amin
Mahfud menyebut Idi Amin ketika membahas kualitas orang yang menduduki jabatan tinggi. Ia sebelumnya mengatakan bahwa tidak semua profesor atau pakar memiliki kemampuan yang sama.
Menurut Mahfud, keberadaan seseorang dalam posisi tertentu tidak otomatis menunjukkan bahwa orang tersebut memiliki kualitas yang sama dengan pemegang jabatan lainnya.
Meski menyebut Idi Amin sebagai contoh, Mahfud tidak memasukkan Prabowo dalam kategori tersebut. Ia justru menilai Presiden Prabowo memiliki kepandaian.
“Tapi soal Prabowo kalau mau membanding-bandingkan, menurut saya Prabowo itu memang pandai, tidak goblok,” ujar Mahfud.
Pernyataan Mahfud itu muncul setelah Prabowo menyinggung sejumlah pihak yang mengaku sebagai pakar dalam pidatonya pada perayaan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (18/9/2026).
(Redaksi)
