Pemkot Samarinda Susun Strategi Sanitasi 2026–2030, Fokus Layanan dan Lingkungan

DIKSI.CO – Pemerintah Kota Samarinda mulai memperkuat arah pembangunan sanitasi untuk lima tahun ke depan melalui Strategi Kebijakan Pembangunan Sanitasi Kota Samarinda Periode 2026–2030. Pemkot Samarinda menandai komitmen tersebut melalui penandatanganan komitmen strategi kebijakan pada Kamis (24/9/2026).
Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan pemerintah tidak dapat memandang sanitasi hanya sebagai urusan pembangunan infrastruktur. Menurutnya, sanitasi juga berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan, perlindungan sumber daya air, dan kelayakan kawasan permukiman.
Karena itu, Pemkot Samarinda akan mengembangkan pembangunan sanitasi secara terintegrasi dan berkelanjutan. Pemerintah akan mencakup pengelolaan air limbah domestik, persampahan, serta peningkatan kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat.
“Kita tidak hanya ingin membangun lebih banyak. Kita ingin membangun lebih tepat dan memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujar Andi Harun.
Pemkot Samarinda Perkuat Akses Sanitasi
Melalui strategi 2026–2030, Pemkot Samarinda menargetkan peningkatan akses masyarakat terhadap layanan sanitasi yang aman dan layak.
Selain membangun fasilitas baru, pemerintah juga akan memastikan infrastruktur sanitasi yang sudah tersedia dapat berfungsi dengan baik dan masyarakat dapat memanfaatkannya secara optimal.
Pemkot Samarinda juga akan memperkuat pengelolaan air limbah domestik dan lumpur tinja. Langkah tersebut berjalan bersama dengan penguatan pengelolaan persampahan agar pembangunan sanitasi memberikan dampak yang lebih luas terhadap lingkungan.
Kelembagaan dan Pembiayaan Ikut Diperkuat
Andi Harun mengatakan pembangunan sanitasi membutuhkan dukungan sistem yang kuat. Karena itu, strategi sanitasi 2026–2030 juga mencakup penguatan kelembagaan, regulasi, pembiayaan, dan partisipasi masyarakat.
Pemerintah tidak hanya mengandalkan pembangunan fisik. Sebaliknya, Pemkot Samarinda ingin memastikan setiap program memiliki pengelolaan yang jelas dan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Dengan pendekatan tersebut, pembangunan sanitasi diharapkan tidak berhenti setelah pemerintah menyelesaikan pembangunan infrastruktur.
Pemkot Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Pemkot Samarinda juga mendorong kerja sama lintas sektor untuk menjalankan strategi sanitasi 2026–2030.
Kolaborasi tersebut melibatkan POKJA PKP, camat, lurah, serta dukungan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
Melalui kerja sama tersebut, pemerintah ingin memastikan program sanitasi berjalan hingga tingkat wilayah dan menjangkau kebutuhan masyarakat secara langsung.
Selain itu, keterlibatan camat dan lurah dapat memperkuat komunikasi pemerintah dengan masyarakat. Partisipasi warga juga menjadi bagian penting karena perubahan perilaku ikut menentukan keberhasilan pembangunan sanitasi.
Sanitasi Berkaitan dengan Kualitas Hidup Warga
Pemkot Samarinda menempatkan sanitasi sebagai bagian dari pembangunan yang berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat.
Karena itu, strategi 2026–2030 tidak hanya mengejar penambahan infrastruktur. Pemerintah juga ingin memastikan layanan berjalan, fasilitas berfungsi, dan masyarakat memperoleh manfaat dari pembangunan tersebut.
Melalui strategi ini, Pemkot Samarinda menargetkan pembangunan sanitasi yang lebih terarah dan berkelanjutan selama periode 2026–2030.
(Redaksi)
