Evaluasi Sampah Lebaran di Samarinda: Pemkot Soroti 23 Titik Rawan Penumpukan

DIKSI.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penanganan sampah selama periode Idulfitri 1447 H/2026 M. Hasilnya, pengelolaan dinilai berjalan cukup baik meski masih ditemukan sejumlah titik rawan yang menjadi perhatian serius.

Libatkan Banyak OPD, Penanganan Jadi Lebih Optimal

Asisten II Setkot Samarinda Marnabas Patiroy menyampaikan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tahun ini tidak lepas dari keterlibatan lintas perangkat daerah.

“Secara umum bagus, karena kita semua melibatkan perangkat daerah. Memang di titik-titik krusial, ada 23 lokasi yang masuk kategori merah,” ujar Marnabas.

Selain Dinas Lingkungan Hidup Samarinda, Pemkot juga mengerahkan dukungan dari Dinas PUPR, BPBD, hingga jajaran kecamatan dan kelurahan untuk mengoptimalkan penanganan di lapangan.

Surat Edaran Jadi Acuan Pengelolaan Sampah Lebaran

Sebelumnya, Pemkot telah menerbitkan Surat Edaran Wali Kota Samarinda Nomor 600.1.15.2/0772/100.12 tentang Bersih Sampah Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M sebagai langkah antisipasi lonjakan sampah.

Dalam aturan tersebut, warga wajib melakukan pembuangan sampah pada H-1 Lebaran, kemudian menahan atau menyimpan sampah selama dua hari untuk menghindari penumpukan.

Pengawasan Ketat, Jalur Ring Road Jadi Fokus

Pemkot juga memperketat pengawasan di sejumlah kawasan strategis, termasuk jalur Ring Road yang kerap menjadi titik rawan pembuangan sampah liar.

Marnabas menegaskan, penambahan personel berjalan atas instruksi langsung Wali Kota untuk memastikan tidak terjadi penumpukan.

“Pokoknya Pak Wali perintahkan untuk benar-benar dipelototi. Di samping itu, kami juga minta kesadaran warga, karena masih ada yang membuang sampah di luar jam yang ditentukan,” tegasnya.

Pelanggaran Jam Buang Sampah Masih Terjadi

Pemkot telah menetapkan jam pembuangan sampah mulai pukul 18.00 hingga 06.00 WITA. Namun, pelanggaran masih kerap terjadi dan memicu efek domino di masyarakat.

“Biasanya kalau ada satu yang buang di luar jam, yang lain ikut. Makanya kita imbau supaya bersama-sama menjaga kebersihan kota ini,” kata Marnabas.

Kondisi Berangsur Normal, Personel Tetap Siaga

Saat ini, kondisi penanganan sampah di Samarinda sudah kembali normal. Meski begitu, sejumlah instansi seperti BPBD dan PUPR tetap harus bersiaga untuk mengantisipasi potensi gangguan.

Pemkot mengerahkan empat ekskavator, 10 dump truck, serta sekitar 50 personel “hantu banyu” untuk mendukung operasional di lapangan.

Pemkot Siapkan Strategi Baru Pengelolaan Sampah

Ke depan, Pemkot Samarinda berencana merumuskan strategi lanjutan guna meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah, termasuk kemungkinan penerapan metode baru.

“Sebenarnya ini sudah maksimal, tapi kita akan cari trik agar bisa lebih terkelola. Sebab ini kan 24 jam kita berjaga,” pungkas Marnabas.

(Redaksi)

Back to top button