Support Perbankan untuk Talangi Piutang Rumah Sakit, Anggota Dewan Sebut Pemkot Pasti Sudah Telaah Terlebih Dahulu
DIKSI.CO, SAMARINDA – Pemkot Samarinda berencana meminjam dana kepada pihak perbankan.
Peminjaman itu terkat dengan biaya rumah sakit negeri dan swasta di Samarinda lantaran pasien Covid – 19 yang dirawat dibantu pemerintah.
Namun sementara ini, anggaran tersebut masih menggunakan biaya dari rumah sakit.
Diwawancarai, Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Laila Fatihah mengatakan rencana itu tentunya sudah melalui proses pembahasan dan pertimbangan.
"Apa yang menjadi kebijakan wali kota pasti sudah melalui telaah," ujar Laila saat dikonfirmasi, Rabu (28/7/2021).
Menurutnya, akan menjadi permasalahan lainnya ketika pengobatan dan perawatan masyarakat berhenti karena rumah sakit terjadi cash flow
"Sudah tepat, harus disegerakan dan dicarikan solusi. Talangan dari bank itu salah satunya," imbuhnya.
Politisi PPP itu mengatakan, rencana itu tidak ada masalah ketika sudah sesuai prosedur. Selanjutnya akan ada diskusi lanjutan keduanya terkait hal teknisnya.
"Rumah sakit harus segera beroperasi karena harus tetap jalan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," terangnya.
Alasan pemkot mengajak perbankan di Samarinda lantaran bantuan dari Kemenkes belum turun.
Semisal RSUD AWS pemkot memiliki hutang Rp 60 miliar dan RS IA Moies sebesar Rp 30 miliar.
Lanjut kata Laila, perbankan pasti punya dana taktis atau dana darurat terlebih bank daerah untuk membantu situasi darurat saat ini.
"Apa yang dilakukan pastinya sudah berkonsultasi dengan lihak kejaksaan," ucapnya.
Tentunya menurut dia ada jangka waktu tertentu menunggu kucuran dari dana pusat.
Tentunya pihak perbankan tak akan menutup mata dengan situasi seperti saat ini.
Ia pun meimbau dan mengajak masyarakat tetap menjaga kesehatan agar terhindar dari virus Covid – 19.
"Mari bersama sama memproteksi dimulai dari diri sendiri," pungkasnya. (advertorial)