DPRD Samarinda Dorong Transportasi Pelajar Terintegrasi, Angkot Diusulkan Jadi Feeder Bus Sekolah

DIKSI.CO – DPRD Kota Samarinda mendorong Pemerintah Kota Samarinda segera membangun sistem transportasi pelajar yang terintegrasi setelah menerapkan larangan pelajar membawa sepeda motor ke sekolah. Salah satu opsi yang kini mengemuka adalah memanfaatkan angkutan kota (angkot) sebagai kendaraan penghubung atau feeder menuju layanan bus sekolah.

Komisi III DPRD Samarinda menilai langkah tersebut lebih realistis daripada hanya mengandalkan armada bus sekolah. Selain mampu menjangkau lebih banyak wilayah, angkot juga dapat masuk ke kawasan permukiman yang memiliki akses jalan sempit.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan kebutuhan transportasi pelajar harus menjadi perhatian serius pemerintah setelah kebijakan larangan membawa sepeda motor mulai berlaku.

Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan moda transportasi yang aman, terjangkau, dan mudah pelajar akses dari berbagai wilayah di Kota Samarinda.

DPRD Usulkan Angkot Menjangkau Permukiman Pelajar

Deni menjelaskan tidak semua kawasan di Samarinda memiliki akses jalan yang memungkinkan bus sekolah masuk hingga ke lingkungan warga. Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu menghadirkan kendaraan penghubung yang lebih fleksibel.

Ia menilai angkot yang masih layak beroperasi dapat menjalankan fungsi tersebut karena mampu menjangkau gang-gang dan kawasan permukiman yang sulit kendaraan besar lalui.

“Tidak semua wilayah di Samarinda bisa diakses bus besar. Banyak kawasan permukiman dengan jalan kecil yang lebih memungkinkan dilalui kendaraan feeder seperti angkot,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).

Menurut Deni, sistem feeder akan membantu menghubungkan pelajar dari lingkungan tempat tinggal menuju titik layanan bus sekolah. Dengan begitu, siswa tidak perlu menggunakan kendaraan pribadi untuk berangkat ke sekolah.

Ia juga meyakini konsep tersebut dapat memperluas jangkauan layanan transportasi pelajar di seluruh wilayah kota.

DPRD Minta Dishub Seleksi Armada yang Layak Operasi

Meski mengusulkan pemanfaatan angkot, Deni meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda melakukan seleksi ketat terhadap armada yang akan siswa gunakan.

Menurutnya, Dishub harus memastikan seluruh kendaraan memenuhi standar keselamatan dan memiliki izin trayek yang masih berlaku.

Ia menegaskan pemerintah tidak boleh mengabaikan faktor keamanan hanya demi memperluas jangkauan layanan transportasi.

“Kami ingin pemerintah memastikan armada yang beroperasi benar-benar layak jalan dan memiliki legalitas yang jelas. Keselamatan dan kenyamanan pelajar harus menjadi prioritas utama,” katanya.

Selain memeriksa kondisi kendaraan, pemerintah juga perlu memastikan pengemudi memiliki kompetensi dan memahami standar pelayanan kepada pelajar.

DPRD Dorong Penyediaan Transportasi Alternatif bagi Pelajar

Deni mendukung kebijakan larangan pelajar membawa sepeda motor yang mulai penerapannya sejak April 2026. Namun, ia mengingatkan bahwa pemerintah harus menyiapkan alternatif transportasi yang memadai agar kebijakan tersebut berjalan efektif.

Menurutnya, pemerintah tidak bisa hanya melarang penggunaan kendaraan pribadi tanpa memberikan solusi bagi pelajar yang membutuhkan sarana transportasi setiap hari.

“Kalau pemerintah ingin membatasi penggunaan kendaraan pribadi bagi pelajar, maka akses transportasi umum yang aman juga harus disiapkan dengan baik,” ujarnya.

Ia menilai keberadaan transportasi pelajar yang terintegrasi akan membantu siswa berangkat dan pulang sekolah dengan lebih aman.

Selain itu, langkah tersebut juga dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar sekolah.

DPRD Dorong Dishub Percepat Sistem Transportasi Pelajar

Deni mengungkapkan DPRD telah berkomunikasi dengan Dinas Perhubungan Samarinda terkait pengembangan transportasi massal bagi pelajar.

Ia berharap Dishub segera menyusun konsep yang matang agar program tersebut dapat masuk dalam prioritas pembangunan layanan publik.

Menurutnya, kebutuhan transportasi pelajar terus meningkat seiring bertambahnya jumlah siswa dan berkembangnya kawasan permukiman baru di Samarinda.

Karena itu, pemerintah perlu merancang sistem yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.

Ia menambahkan bahwa transportasi pelajar tidak hanya berkaitan dengan mobilitas, tetapi juga menyangkut keselamatan generasi muda.

DPRD Usulkan Skema Buy The Service

Selain membahas konsep layanan, DPRD juga mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah untuk mendukung program transportasi pelajar.

Deni menilai pemerintah tidak harus membeli armada baru dalam jumlah besar yang berpotensi membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Sebagai alternatif, Komisi III DPRD Samarinda mengusulkan pemerintah menerapkan skema Buy The Service (BTS) melalui kerja sama dengan pihak swasta.

Melalui skema tersebut, pemerintah cukup membayar layanan operasional transportasi tanpa harus melakukan pengadaan kendaraan secara langsung.

“Kami melihat ada opsi yang lebih realistis daripada membeli armada baru. Tinggal bagaimana pemerintah menyusun sistem layanan yang efektif dan bisa menjawab kebutuhan pelajar,” kata Deni.

Menurutnya, pola kerja sama tersebut dapat mempercepat penyediaan layanan transportasi sekaligus menghemat anggaran daerah.

Keselamatan Pelajar Jadi Prioritas Utama

Deni menegaskan tujuan utama dari pengembangan transportasi pelajar adalah meningkatkan keselamatan siswa di jalan raya.

Ia berharap pemerintah dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas yang selama ini masih melibatkan kelompok usia pelajar melalui penyediaan angkutan yang aman dan terjangkau.

“Tujuan utamanya adalah memastikan anak-anak memiliki akses transportasi yang aman saat berangkat dan pulang sekolah, sekaligus mengurangi potensi kecelakaan usia pelajar,” tandasnya.

Ia optimistis kolaborasi antara pemerintah, DPRD, operator transportasi, dan masyarakat dapat mewujudkan sistem transportasi pelajar yang terintegrasi di Kota Samarinda.

Dengan sistem tersebut, pelajar tidak hanya memperoleh kemudahan akses transportasi, tetapi juga mendapatkan jaminan keselamatan yang lebih baik saat beraktivitas setiap hari.

(ADV)

Back to top button