DPRD Samarinda Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Warga, Mesin Press Jadi Solusi Ekonomi

DIKSI.CO – Upaya memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat mulai digencarkan DPRD di Samarinda. Anggota Komisi III DPRD Samarinda, M. Andriansyah, menyalurkan bantuan mesin press sampah kepada Bank Sampah Pelangi di kawasan Sempaja sebagai langkah konkret meningkatkan nilai ekonomi limbah rumah tangga.

Bantuan tersebut diserahkan usai kegiatan sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang sempadan sungai di lingkungan perumahan tersebut, Sabtu (25/4/2026) malam.

Mesin Press Tingkatkan Nilai Ekonomi Sampah

Andriansyah menegaskan bahwa penggunaan mesin press akan membantu warga meningkatkan nilai jual sampah, khususnya plastik, botol, dan kertas yang selama ini hanya dihargai rendah.

“Kalau botol biasa mungkin seribu per kilo, setelah dipress bisa sampai empat ribu. Jadi nilainya meningkat,” ujarnya.

Ia menilai, dengan pengolahan sederhana seperti ini, sampah tidak lagi menjadi beban, tetapi bisa menjadi sumber tambahan penghasilan bagi masyarakat.

DPRD Siapkan Pengolahan Sampah Organik

Tak berhenti pada sampah anorganik, Andriansyah juga berencana memberikan bantuan alat pencacah sampah organik. Mesin ini akan digunakan untuk mengolah limbah rumah tangga seperti sisa makanan hingga ampas kopi menjadi kompos.

Menurutnya, sampah yang telah dicacah nantinya akan dimasukkan ke dalam lubang biopori agar terurai secara alami menjadi pupuk organik.

“Harapannya setiap RT nantinya di Samarinda bisa menjalankan program ini. InsyaAllah tidak ada sampah lagi yang harus kita buang ke TPS, kecuali limbah B3,” ucapnya.

Ringankan Beban Pemerintah dan Lingkungan

Ia menambahkan, pengelolaan sampah mandiri oleh warga tidak hanya memberi manfaat ekonomi, tetapi juga membantu mengurangi beban pemerintah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup.

Dengan berkurangnya volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS), pengelolaan lingkungan kota diharapkan menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.

RT 18 Sempaja Jadi Percontohan

Program ini mulai diterapkan di RT 18 Sempaja Lestari Indah sebagai lokasi percontohan. Andriansyah memilih kawasan tersebut karena dinilai memiliki tingkat kekompakan warga yang tinggi.

“Kalau mau mulai sesuatu yang baik, mulai dari yang mudah dulu. Di sini warganya kompak, jadi lebih memungkinkan,” jelasnya.

Akan Diperluas ke Wilayah Lain

Ke depan, model pengelolaan sampah ini akan dikembangkan ke wilayah lain di Samarinda, termasuk kawasan dengan karakter masyarakat yang lebih beragam.

Andriansyah optimistis, dengan pendekatan bertahap dan dukungan masyarakat, program ini dapat menjadi solusi jangka panjang dalam penanganan sampah di Samarinda sekaligus mendorong kemandirian warga dalam menjaga lingkungan.

(ADV)

Back to top button