DPRD Samarinda Dorong Pencegahan Bunuh Diri di Jembatan Mahakam, Edukasi Kesehatan Mental Harus Diperkuat

DIKSI.CO – Meningkatnya kasus dugaan bunuh diri di Jembatan Mahakam mendorong DPRD Kota Samarinda meminta pemerintah dan masyarakat memperkuat langkah pencegahan. Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie, menilai upaya tersebut tidak cukup hanya dengan pengamanan fisik di jembatan, tetapi juga harus dibarengi edukasi kesehatan mental hingga tingkat lingkungan.

Novan mengatakan rentetan peristiwa yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menjadi pengingat bahwa persoalan kesehatan mental memerlukan perhatian serius.

Menurutnya, setiap kasus memiliki latar belakang berbeda. Karena itu, masyarakat tidak bisa menyederhanakan penyebab seseorang mengakhiri hidupnya.

“Fenomena ini menunjukkan banyak persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari masalah keluarga, ekonomi, hingga hubungan pribadi. Kita harus memperkuat upaya pencegahan sejak dini,” katanya.

RT Diminta Aktif Mendeteksi Warga yang Mengalami Tekanan

Novan menilai ketua Rukun Tetangga (RT) memiliki peran penting dalam mengenali perubahan perilaku warga di lingkungannya.

Ia berharap para ketua RT lebih aktif membangun komunikasi dengan masyarakat agar dapat mendeteksi lebih awal ketika ada warga yang mengalami tekanan psikologis.

Menurutnya, langkah tersebut dapat mencegah tindakan yang lebih fatal.

“RT menjadi garda terdepan di lingkungan. Kalau ada persoalan atau konflik, sebisa mungkin diketahui lebih awal sehingga bisa segera dicarikan jalan keluar,” ujarnya.

Ia menambahkan kondisi psikologis seseorang sering kali sulit diprediksi. Karena itu, kepedulian lingkungan menjadi faktor penting dalam mencegah tindakan bunuh diri.

Pencegahan Bunuh Diri: Pagar Pengaman Perlu di Jembatan Mahakam

Selain memperkuat pendampingan masyarakat, Novan juga mendorong peningkatan aspek keselamatan di Jembatan Mahakam.

Ia menilai jembatan tersebut belum memiliki pagar pengaman yang memadai di sisi pejalan kaki yang mengarah ke Sungai Mahakam.

Menurutnya, keberadaan pagar pengaman dapat menjadi salah satu bentuk pencegahan.

“Pagar pengaman bisa membuat seseorang berpikir ulang sebelum melakukan tindakan yang membahayakan diri,” katanya.

Ia menyebut kondisi serupa juga masih terlihat di Jembatan Mahakam IV atau Jembatan Kembar.

Layanan Kesehatan Mental Sudah Tersedia

Novan mengingatkan masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan kesehatan mental yang telah pemerintah sediakan.

Menurutnya, layanan konseling sudah tersedia di sejumlah puskesmas maupun rumah sakit milik Pemerintah Kota Samarinda dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Namun, ia melihat fasilitas tersebut belum dimanfaatkan secara optimal.

Banyak warga memilih memendam persoalan yang mereka hadapi daripada mencari bantuan profesional.

“Masalah kesehatan mental sering tidak terlihat. Karena itu, masyarakat perlu berani mencari pertolongan ketika mulai merasa tertekan,” ujarnya.

Pencegahan Bunuh Diri: Libatkan Keluarga dan Perkuat Pendampingan

Novan juga mengajak keluarga menjadi tempat pertama bagi seseorang untuk bercerita ketika menghadapi masalah.

Ia berharap orang tua, saudara, maupun kerabat mampu menciptakan suasana yang nyaman sehingga anggota keluarga tidak merasa sendirian.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya memperkuat nilai spiritual sebagai salah satu cara menghadapi tekanan hidup.

Menurutnya, dukungan keluarga jauh lebih efektif daripada membiarkan seseorang melampiaskan masalahnya melalui media sosial.

“Paling penting adalah mendekatkan diri kepada Tuhan dan membangun komunikasi dengan keluarga. Orang yang sedang menghadapi masalah membutuhkan teman untuk mendengar, bukan menghakimi,” katanya.

Pemkot Samarinda Terus Jalankan Edukasi

Novan menambahkan Pemerintah Kota Samarinda selama ini telah menjalankan berbagai program edukasi melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB).

Program tersebut tidak hanya membahas pengendalian kelahiran, tetapi juga membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan mampu menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Sosialisasi itu telah menjangkau tingkat posyandu dan terus berlangsung di berbagai lingkungan masyarakat.

Ia berharap seluruh pihak ikut memperkuat gerakan tersebut agar kasus dugaan bunuh diri di Jembatan Mahakam tidak terus berulang.

Catatan: Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami tekanan emosional, merasa putus asa, atau memiliki keinginan untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan kepada keluarga, teman tepercaya, tenaga kesehatan, psikolog, atau layanan krisis setempat. Dukungan tersedia, dan Anda tidak harus menghadapinya sendirian.

(Adv)

Tinggalkan Balasan

Back to top button