Wakil Wali Kota Samarinda Hadiri Pelantikan PDKT dengan Balutan Batik Khas Daerah

DIKSI.CO – Nuansa budaya lokal terasa kental dalam Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Provinsi Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) periode 2026–2031 di Gedung Olah Bebaya, Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Sabtu (16/5/2026).

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, hadir mengenakan batik khas daerah. Ia menunjukkan penghormatan terhadap budaya lokal dan masyarakat Dayak di Kalimantan Timur.

Tokoh masyarakat, organisasi adat, unsur pemerintah daerah, serta perwakilan masyarakat Dayak dari berbagai daerah menghadiri kegiatan tersebut. Suasana acara berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.

Dalam sambutannya, Saefuddin Zuhri menegaskan pentingnya menjaga persatuan. Ia juga meminta organisasi adat memperkuat perannya di tengah perkembangan pembangunan daerah, terutama setelah hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurutnya, PDKT harus menjadi wadah pemersatu masyarakat Dayak. Organisasi itu juga harus menjaga budaya dan adat istiadat yang secara turun-temurun jadi warisan anggota.

“Persekutuan Dayak Kalimantan Timur harapannya menjadi rumah besar yang mempererat persaudaraan, menjaga marwah budaya Dayak, serta memberikan kontribusi positif dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur,” ujar Saefuddin Zuhri.

PDKT Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Saefuddin Zuhri mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus baru PDKT. Ia meminta para pengurus menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab dan semangat pengabdian.

“Atas nama Pemerintah Kota Samarinda, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus yang telah dilantik. Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan semangat pengabdian demi kemajuan masyarakat Dayak di Kalimantan Timur,” katanya.

Ia menilai organisasi masyarakat seperti PDKT berperan penting dalam menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Timur. Menurutnya, organisasi adat juga bisa menjadi mitra strategis pemerintah untuk mendukung pembangunan daerah yang inklusif.

Saefuddin menegaskan pembangunan di Kalimantan Timur harus berpihak kepada masyarakat lokal. Pemerintah juga harus menjaga budaya dan kearifan lokal masyarakat Dayak.

“Pembangunan harus tetap berpihak kepada masyarakat lokal dan tidak meninggalkan nilai budaya serta kearifan lokal yang selama ini dijaga masyarakat Dayak,” ujarnya.

Yulianus Henock Sumual Pimpin PDKT Periode 2026–2031

Ketua Pembina PDKT, Syaharie Jaang, melantik jajaran pengurus baru PDKT periode 2026–2031.

Dalam pelantikan itu, Yulianus Henock Sumual menjabat Ketua Umum PDKT. Marten Apuy menjabat Sekretaris Umum dan Paulus Adam menjabat Bendahara Umum.

Pengurus PDKT mengusung tema “Memperkuat Peran Masyarakat Lokal dalam Mengawal Pembangunan Kaltim yang Berkeadilan dan Berkelanjutan.”

Dalam sambutannya, Yulianus menegaskan masyarakat lokal tidak boleh menjadi penonton di tengah pesatnya pembangunan Kalimantan Timur.

“Peran masyarakat lokal harus menjadi bagian utama dalam mengawal arah pembangunan Kalimantan Timur, terutama di tengah berbagai tantangan dan peluang pembangunan daerah ke depan,” ujarnya.

Yulianus mengatakan PDKT akan menjadi wadah pemersatu masyarakat Dayak. Organisasi itu juga akan menjadi mitra pemerintah untuk menjaga budaya dan memperjuangkan kepentingan masyarakat adat.

Panitia menutup kegiatan dengan doa bersama dan sesi foto seluruh pengurus serta tamu undangan. Suasana kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai rangkaian acara hingga selesai.

(Redaksi)

Back to top button